LiputanNasional

Rumah Bupati Bengkalis Digeledah, KPK Temukan Uang Rp 1,9 Miliar

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan pengembangan terkait kasus dugaan rasuah peningkatan jalan Batu Panjang – Pangkalan Nyirih, Kabupaten Bengkalis yang berugikan negara Rp 80 miliar.

Penggeledahan rumah dinas (Rumdin) Bupati Bengkalis, Amril Mukminin memakan waktu selama hampir 10 jam. Penggeledahan sendiri dimulai sejak pukul 11.30 WIB hingga pukul 20.40 WIB, Jumat, 1 juni 2018.

Terbaru, sekitar 10 orang penyidik KPK menggeledah rumah dinas Bupati Bengkalis Amril Mukminin, Jumat (1/6). Di sana, mereka menemukan uang miliaran rupiah.

“Dari lokasi tersebut ditemukan uang sekitar Rp 1,9 miliar yang akan didalami lebih lanjut keterkaitannya dengan perkara yang sedang ditangani,” ucap Juru Bicara KPK Febri Diansyah, di Jakarta, Jumat (1/6) malam.

Kasus ini sendiri telah menjerat mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Bengkalis Muhammad Nasir (MNS), dan Hobby Siregar (HOS) selaku direktur utama PT Mawatindo Road Construction PT MRC), sebagai tersangka.

Febri menjelaskan bahwa penyidik KPK memang sedang mengembangkan kasus proyek yang menggunakan anggaran TA 2013-2015 tersebut.

“Kegiatan penggeledahan merupakan salah satu tindakan yang dilakukan untuk pengumpulan bukti-bukti lebih lanjut,” singkat mantan aktivis ICW ini.

Dari pantauan, tim rasuah ini memeriksa semua ruangan yang ada di rumah dinas tersebut, selain itu juga menyita dan menggandakan data yang tersimpan di telepon genggam milik para protokoler yang berada di kediaman Bupati.

Selain itu tim menggeledah empat kendaraan roda empat yang di parkir di garasi kediaman Bupati diantaranya Toyota Innova warna hitam Nopol BM 1099 BY, Honda CRV warna hitam Nopol BM 1185 JQ, Toyota Camry warna hitam Nopol BM 1114 DK dan Mitsubishi Triton warna putih Nopol BM 8224 D.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami