FinansialInvestasi

Rupiah Bergerak menjadi Rp.13.295

BTN iklan

Jakarta/lei – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu pagi, bergerak melemah sebesar lima poin menjadi Rp13.295 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.290 per dolar Amerika Serikat (AS).

Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Rabu mengatakan bahwa dolar AS menguat terhadap mata uang di kawasan Asia, termasuk rupiah menyusul harga minyak mentah dunia yang masih berada dalam tren pelemahan.

“Harga minyak yang tertekan menjadi penopang utama dolar AS untuk terapresiasi,” katanya.

Terpantau harga minyak jenis WTI Crude pada Rabu (21/6) pagi bergerak melemah 0,02 persen menjadi 43,50 dolar AS per barel, dan Brent Crude turun 0,07 persen menjadi 45,99 dolar AS per barel.

Kendati demikian, ia mengatakan bahwa penguatan dolar AS relatif terbatas menyusul yield obligasi AS yang masih turun, menandakan belum pulihnya harapan kenaikan suku bunga AS. Di sisi lain, data penjualan rumah AS juga diperkirakan belum membaik.

Dari dalam negeri, lanjut dia, menurunnya yield global juga membuat minat terhadap surat utang negara (SUN) masih tinggi sehingga menyediakan likuiditas dolar AS yang dibawa oleh investor asing.

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menambahkan bahwa pernyataan dari Gubernur Perwakilan The Fed New York Bill Dudley yang mengatakan inflasi akan naik seiring peningkatan pendapatan pekerja membuat laju dolar AS menguat.

“Kondisi itu membuka harapan The Fed kembali menaikan suku bunga acuan, sehingga berimbas pada melemahnya rupiah,” katanya.

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami