FinansialInvestasi

Rupiah kamis Menguat Tipis

BTN iklan

Jakarta/lei – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis pagi, bergerak menguat tipis sebesar lima poin menjadi Rp13.327 dari posisi sebelumnya sebesar Rp13.332 per dolar Amerika Serikat.

Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa mata uang dolar AS mengalami tekanan terhadap mayoritas mata uang global, termasuk rupiah di tengah minimnya peluang bagi bank sentral AS (The Fed) untuk menaikkan suku bunga acuannya.

“Presiden AS Donald Trump yang makin fokus pada urusan geopolitik di semenanjung Korea membuat pesimistis terhadap stimulus fiskalnya. Situasi itu mengecilkan peluang kenaikan suku bunga The Fed yang akhirnya berdampak negatif bagi dolar AS,” katanya.

Dari dalam negeri, lanjut dia, sentimennya juga terbilang positif menyusul aktivitas di pasar Surat Utang Negara (SUN) yang meningkat sehingga meminta apresiasi rupiah berlanjut.

Ia mengatakan bahwa harapan pelonggaran moneter di dalam negeri juga meningkat menyusul tingkat inflasi Agustus 2017 yang diperkirakan rendah serta pertumbuhan penjualan ritel Juli 2017 yang membaik menjadi faktor pendukung tambahan.

Bank Indonesia mencatat indeks penjualan riil (IPR) hasil Survei Penjualan Eceran Juni 2017 yang naik 6,3 persen (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan 4,3 persen (yoy) pada bulan sebelumnya. Peningkatan penjualan ritel terjadi, baik pada kelompok makanan maupun nonmakanan.

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menambahkan bahwa harga minyak mentah dunia yang relatif stabil turut menjadi salah satu faktor yang menjaga pergerakan rupiah bergerak stabil dengan kecenderungan menguat.

“Pemangkasan produksi minyak mentah dunia oleh Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan non-OPEC diharapkan mencapai kesepakatan sehingga menjaga stabilitas harga mnyak tetap stabil dan berdampak positif pada mata uang komoditas,” katanya.

Terpantau harga minyak jenis WTI Crude berada di level 49,55 dolar AS per barel, dan Brent Crude di posisi 52,71 dolar AS per barel pada Kamis (10/8) pagi ini.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami