Finansial

Rupiah Melemah Menjadi Rp 13.406

BTN iklan

Jakarta/Lei- Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Jumat pagi bergerak melemah sebesar 46 poin menjadi Rp13.406, dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.360 per dolar AS.

“Pelemahan rupiah kembali terbuka di tengah dolar AS yang menguat tajam tadi malam di pasar global dan harga komoditas yang telah memulai tren turunnya,” kata ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Jumat.

Ia menambahkan bahwa salah satu faktor dolar AS meningkat, yakni inflasi Amerika Serikat Oktober 2016 yang diumumkan naik ke 1,6 persen dan secara bersamaan pidato Kepala The Fed Janet Yellen di depan Kongres AS yang cenderung “hawkish” menaikan suku bnga acuan.

“Yellen menyampaikan Fed Fund Rate bisa naik dalam waktu dekat,” katanya.

Di sisi lan, lanjut dia, Bank Indonesia yang menahan suku bunga acuan (7-Day Reverse Repo Rate) sebesar 4,75 persen membuat pasar tetap waspada terhadap ketidakpastian global walaupun Bank Indonesia memberikan komitmen untk kehadiran di pasar valas dalam rangka menjaga stabilitas rupiah.

Research Analyst FXTM, Lukman Otunuga menambahkan bahwa terpilihnya Trump sebagai Presiden AS mungkin menjadi peristiwa terpenting untuk dolar AS tahun ini.

“Kemenangan Donald Trump yang cukup mengejutkan meningkatkan harapan kenaikan suku bunga AS di bulan Desember dan memperkuat optimisme perbaikan pertumbuhan ekonomi AS di bawah pemerintahan Trump,” katanya.

Di sisi lain, lanjut dia, data ekonomi Amerika Serikat yang terus menunjukkan stabilitas ekonominya dan menjadi motivasi bagi investor untuk mengakumulasi mata uang Amerika Serikat. Budi Suyanto

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami