Finansial

Rupiah Menguat Menjadi Rp.13.037

BTN iklan

Jakarta/Lei – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi bergerak menguat delapan poin menjadi Rp13.037 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.045 per dolar AS.

Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa dolar AS mengalami pelemahan terhadap sejumlah mata uang dunia, termasuk rupiah pascapertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang menahan suku bunga acuannya.

“Hasil FOMC mencegah pelemahan rupiah pada perdagangan hari ini (3/11),” katanya.

Ia menambahkan bahwa fokus pelaku pasar domestik dalam jangka pendek ini selanjutnya akan tertuju pada pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) kuartal III 2016 serta cadangan devisa Oktober 2016.

Kendati demikian, lanjut dia, pergerakan mata uang domestik masih tertahan menyusul The Fed yang masih “hawkish” terhadap kenaikan suku bunga pada Desember 2016.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menambahkan bahwa menjelang Pemilu Presiden AS, dolar AS juga masih dibayangi tekanan setelah sebuah jajak pendapat menunjukkan kandidat calon presiden Donald Trump unggul dari pesaingnya Hillary Clinton.

“FBI yang akan melakukan investigasi lebih lanjut terhadap email Hillary Clinton, situasi itu telah memicu ketidakpastian baru mengenai prospek hasil Pemilu AS pada 8 November 2016,” katanya.

Perlihatkan Lebih

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami