Finansial

Rupiah Menguat Menjadi Rp 13.295

BTN iklan

Jakarta/Lei – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antar-bank di Jakarta pada Kamis pagi bergerak menguat sebesar 65 poin menjadi Rp13.295, dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.360 per dolar AS.

Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Kamis mengatakan bahwa dolar AS mengalami tekanan terhadap mayoritas mata uang dunia, termasuk rupiah. Penurunan dolar AS itu sebagian juga disebabkan oleh faktor teknikal setelah beberapa hari ini mata uang AS berada dalam tren penguatan.

“Penguatan rupiah kembali hari ini (26/1) setelah anjloknya dolar AS di pasar global,” katanya.

Namun, ia menambahkan bahwa pergerakan rupiah masih dibayangi inflasi pada 2017. Pemerintah dan Bank Indonesia menyiapkan langkah untuk menekan inflasi, pertanda kekhawatiran terhadap kenaikan inflasi pada tahun ini.

Ia mengemukakan bahwa Bank Indonesia memperkirakan inflasi bisa naik ke atas level 4 persen secara tahunan pada 2017. Inflasi yang naik lebih cepat dari inflasi rekan dagang Indonesia, bisa menyebabkan tekanan depresiasi rupiah di masa depan.

Sementara itu, Analis Binaartha Reza Priyambada mengatakan bahwa masih melemahnya yield obligasi Amerika Serikat membuat laju dolar AS tertahan sehingga rupiah kembali terapresiasi. Sebagian pelaku pasar uang juga tampaknya memanfaatkan penguatan dolar AS pada hari sebelumnya untuk aksi ambil untung dan beralih mengakumulasi rupiah.

“Rupiah kembali terapresiasi terhadap dolar AS. Namun pelaku pasar diharapkan tetap mencermati berbagai sentimen yang dapat mempengaruhi rupiah menjelang akan dirilisnya data ekonomi AS pada akhir pekan ini,” katanya.

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami