Finansial

Rupiah Rabu Sore Bergerak Melemah Menjadi Rp13.325

BTN iklan

Jakarta, LEI – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu sore bergerak melemah sebesar sembilan poin menjadi Rp13.325, dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.316 per dolar AS.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Rabu mengatakan, ekspektasi kenaikan suku bunga AS yang meningkat setelah pernyataan Ketua The Fed Janet Yellen dapat terjadi pada Maret ini menjadi salah satu faktor yang menopang dolar AS.

“Janet Yellen menyatakan kenaikan suku bunga akan menjadi tepat pada bulan ini jika data tenaga kerja dan inflasi AS terus berkembang sejalan dengan harapan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa sebagian pelaku pasar memandang, pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 14-15 Maret nanti akan mengeluarkan kebijakan kenaikan suku bunga. Di tengah situasi itu, permintaan mata uang dolar AS meningkat sehingga menekan mayoritas mata uang dunia.

Kendati demikian, lanjut dia, penguatan dolar AS relaif masih terbatas menyusul sebagian pelaku pasar juga mengambil posisi “wait and see” terhadap laporan tenaga kerja pekan ini.

Pengamat pasar uang Bank Woori Saudara Indonesia Tbk, Rully Nova mengatakan bahwa sentimen eksternal cukup mendominasi dalam mempengaruhi arah pergerakan mata uang rupiah. Sentimen dari dalam negeri yang cukup positif diharapkan dapat mengimbangi faktor eksternal dalam jangka panjang.

“Cadanga devisa yang meningkat, neraca perdagangan yang surplus, defisit transaksi berjalan yang menurun merupakan sentimen positif domestik yang dapat menjaga rupiah dalam jangka panjang,” katanya.

Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Rabu ini mencatat nilai tukar rupiah bergerak menguat ke posisi Rp13.340 dibandingkan hari sebelumnya (Selasa, 7/3) Rp13.350 per dolar AS.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami