Liputan

Saatnya Peringatan Kemerdekaan ini Jadikan Konsolidasi Bangsa

BTN iklan

Jakarta, 20/8 (LEI) – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. Anwar Abbas mengharapkan agar peringatan hari Kemerdekaan Indonesia ke 75 tahun ini dijadikan konsolidasi bangsa, utamanya menanggulangi covid 19, menekan jumlah angka pengguran dan mendorong pemerintah agar melakukan recovery ekonomi secara cepat.
Persoalan ekonomi dan covid-19 yang dihadapi bangsa saat ini dalam beberapa bulan kedepan tampaknya belum akan memperlihatkan hal-hal yang menggembirakan, oleh karenanya, saatnya dalam memperingati 17 Agustus 1945 itu dijadikan sarana konsolidasi sesama anak bangsa, kata Dr. Anar yang juga Sekjem Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, Kamis.
Meskipun pemerintah sudah membentuk tim untuk itu tapi langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah belum memperlihatkan hal-hal yang menggembirakan karena belum berhasil menurunkan jumlah pasien baru dan menggerakkan kurva suply and demand secara signifikan sesuai dengan yang kita harapkan, katanya.

Disebutkan, kalau hal ini terus berlanjut maka tingkat kecemasan masyarakat terhadap ancaman covid-19 masih akan tetap tinggi dan jumlah PHK tentu akan semakin meningkat sehingga produktivitas masyarakat secara keseluruhan akan menurun dan pengangguran akan meningkat sehingga pendapatan masyarakat secara agregat akan menurun dan kemiskinan tentu akan meningkat.
“Jika angka pengangguran dan kemiskinan ini terus meningkat dan tidak bisa diatasi maka tentu negeri ini akan terseret kedalam krisis baru yaitu krisis sosial sehingga pencurian, pembegalan, perampokan dan berbagai bentuk tindak kriminal lainnya tentu akan terjadi dimana-mana.”
Dan bila ini tidak bisa diatasi tentu akan bisa mendorong terjadinya krisis politik sehingga stabilitas nasional jelas akan semakin bermasalah sehingga akan membuat para investor tidak akan mau berinvestasi karena resiko terhadap modal yang mereka tanamkan semakin besar.

Oleh karena itu untuk kebaikan bangsa maka yang sangat perlu dilakukan oleh pemerintah saat ini bukan membuat dan atau mengajukan RUU baru seperti RUU HIP /RUU BPIP dan RUU Cipta Kerja/ omnibuslaw. Tapi bagaimana pemerintah bisa melakukan konsolidasi nasional dengan melakukan langkah-langkah pendekatan kepada elemen-elemen masyarakat agar pemerintah dan masyarakat benar-benar bisa bersatu bergandeng tangan dalam menghadapi masalah besar yang kita hadapi saat ini sebab kalau pemerintah masih saja terus ngotot melakukan langkah yang katanya untuk memperbaiki keadaan bangsa tetapi menabrak dan mengabaikan falsafah dan konstitusi negara.
Hal itu justru akan menambah masalah baru. “Jangankan masalah berkurang, tapi malah akan semakin bertambah karena kepercayaan dari masyarakat terhadap pemerintah akan semakin menurun dan kita tentu saja tidak mau hal itu terjadi.”
Untuk itu kebesaran hati dan sikap kenegarawanan dari semua pihak tetutama dari pemerintah , para tokoh politik dan para pemimpin serta elit bangsa jelas -jelas diperlukan karena kalau masing-masing pihak masih saja berjalan dengan keinginan dan rencananya sendiri-sendiri maka tidak mustahil akan bisa terjadi benturan dahsyat di lapangan karena adanya perbedaan besar dalam hal bagaimana mengelola negara dan mengatasi krisis kesehatan dan krisis ekonomi serta krisis moral yang ada.
Oleh karena itu di tengah situasi yang ada saat ini terutama dalam momentum memperingati hari kemerdekaan RI yang ke 75 dan keinginan kita untuk menjadikan negeri ini menjadi negeri yang maju, adil dan beradab maka adanya upaya untuk melakukan konsolidasi nasional bagi terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa jelas menjadi sesuatu yang sangat diharapkan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat inisiatif ke arah itu akan ada yang melakukan.
** ty**

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami