KesehatanNasional

Saatnya Resufle Mentri, Penanganan Daerah dan Pusat tidak Efisien

BTN iklan

LEI, Jakarta – Beberapa daerah wawasan akan keterbatasan alat tes yang menjadi kunci utama pendeteksian wabah. Jawa Tengah adalah salah satu provinsi dimana jumlah covid-19 angka kematian yang tinggi dan pemerintah pusat membantu dalam pengadaan laboratorium pengendalian covid-19.  Kepala dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo menegaskan “Pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) harus diperkuat” kepada LEI.

Kementrian Kesehatan memiliki data selama 7-13 September, menyatakan Jawa Tengah hanya mampu memeriksa 930 dari 1juta penduduk. Angka itu dibawah standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang mewajibkan pemeriksaan seribu orang per sejuta populasi per pekan. Yulianto mengatakan bahwa pemeriksaan harus digenjot supaya petugas mampu mengejar kecepatan deteksi terhadap penyebaran virus corona. Kapasitas tes yang mumpuni juga harus diperlukan agar pemetaan resiko penularan virus kian Akurat. Selain laboraturium dia mengemukakan bahwa pemerintah daerah sangat khawatir akan pasokan reagen yang tidak pasti. Ketersediaan suplai senyawa kimia sulit diukur dikarenakan komponen tes PCR harus dibeli dari luar negri. Meski begitu tak merinci jumlah unit laboran maupun reagen yang dibutuhkan Jawa Tengah.

Pemerintah akan menambahkan Laboratorium yang disampaikan oleh Gubernur Sumatra Utara,Edy Rahmayadi dalam rapat terbatas Kepala daerah dengan Presiden beberapa hari yang lalu. Sumatra utara hanya memiliki 11 Laboratorium yang bisa melayani permintaan dari 33 Kabupaten/kota. Edy mengutarakan, “Bantuan sangat diperlukan untuk memeriksa specimen didaerah terjauh seperti Nias, Pakpak maupun Tapanuli”. Wabah virus terus merambah kedesa desa terpencil dan sebanyak 162 kasus pasien terinfeksi dalam sepekan terkhir.

Jawa Barat dengan provinsi dengan populasi terbanyak mengeluhkan hal demikian dengan keterbtasannya Laboraturium beserta petugasnya. Sekertaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Barat Daud Acmad mengakui bahwa pemerintah sudah mengucurkan bantuan mesin PCR maupun komponen tes lainnnya. Perselasa lalu provinsi Jawa Barat memeriksa 317 ribu populasi dari 500 ribu. Kepala satuan tugas penanganan covid-19 Doni mengemukakan pemerintah akan membantu pemerataan alat deteksi Covid-19. Namun tak merinci rencana kerja tersebut.

Sejak senin Lalu Presiden sekarang ini membentuk tim Ad HOC baru penanggulangan covid -19 untuk sembilan provinsi dengan pimpinan Luhut panjaitan. Setelah mengganti Gugus Tugas Percepatan beliau menunjuk Mentri koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut pandjaitan serta Ketua Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) DoniMonardo secara khusus.
Masyarakat menganggap hal ini tida begitu efisien, dikarenakan ada orang yang sama di dalam tim yang berbeda. Karena pada tim yang sama pun mereka belum becus dalam menanggapi covid apalagi dibentuk dengan tim yang berbeda menyebabkan kegaduhan yang lebih lebih. Didugaa juga ini bisa jadi salah satu bentuk penyelenggaraan dana di tengah pandemi.

 

Kontributor : Dwitya Yonathan Nugraharditama

 

 

 

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami