BTN iklan
Liputan

Saham HMSP Semakin Terjangkau

Jakarta-LEI, Raksasa perusahaan rokok berkapitalisasi pasar Rp 450,38 triliun, PT. Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. Resmi memecah saham 1:25 demi menggaet investor ritel di lantai bursa.

Pada perdagangan kemarin,saham HMSP melonjak 5,03 % sebesar 4.650 poin ke level Rp 97.150 per lembar. Persetujuan pemecahan saham (stock split) dilakukan pada rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang digelar kemarin. Jumlah saham beredar emiten bersandi HMSP itu akan meningkat menjadi 116,31 miliar dari 4,65 miliar. Standart minimun nilai saham terkecil di lantai bursa Indonesia mencapai Rp.100 per lembar. Jika dihitung merata 25 hari kerja sejak 23 maret 2016 senilai Rp.98.102 per lembar, harga eksekusi stock split menjadi Rp 3.924,08 per lembar. Aksi korporasi ini menjadi yang kedua setelah perseroan melakukan stock split pada 24 September 2001 dengan rasio 1:5 menjadi Rp 3.300 per lembar. Direktur utama H.M Sampoerna PAul Norman Janelle mengatakan aksi stock split diharapkan dapat membuat harga saham HMSP lebih terjangkau dan menarik minat investor ritel lebih banyak lagi. “Jadi,dengan membuat saham dipecah 25 kali lebih kecil menjadi sekitar Rp4.000 per lembar saham,akan lebih terjangkau bagi investor untuk berpartisipasi” katanya saat paparan publik,Rabu (27/4). Sejak aksi Stock split yang dilakukan perseroan 15 tahun silam, harga saham HMSP telat melesat sebanyak 2.843 %. Saat ini, rasio harga saham terhadap laba (price to earning ratio/PE) HMSP mencapai 33,23 kali dan diproyeksi meningkat menjadi 37,85% pada akhir 2016.

Tahun lalu, tepatnya pada Oktober 2015, perseroan menggelar aksi penawaran umum terbatas (PUT) melalui mekanisme rights issue  dengan memperoleh dana Rp 20,76 triliun. Manajemen HSMP menerbitkan 269,72 juta saham baru degan harga Rp77.000 per lembar.  PT Phillip Morris Indonesia selaku pemegang kuasa Phillip Morris International Inc. di tanah air kini menggenggam 92,5% kepemilikan dalam saham HSMP. Sisanya,sebanak 7,5 % saham HSMP digenggam oleh publik. Direktur PT Investa Saran Mandiri Hans Kwee menilai aksi stock split bakal menggairahkan partisipasi investor dalam melakukan transaksi saham HMSP. Di Indonesia, pelaku pasar masih memiliki presepsi bahwa saham yang berada dibawah Rp.10.000 per lembar terbilang murah. ” sesudah stock split akan lebih bagus,karena lebih banyak orang bertransaksi sehingga tidak mudah memainkan indeks harga saham gabungan. Indeks bisa mempresentasikan kemauan pasar, “katanya . Kendati demikian, aksi stock split yang dilakukan HSMP tidak akan merubah PE perseroan. Diakuinya PE saham-saham sektor barang-barang konsumsi memang terbilang tinggi diatas 30 kali.

DIVIDEN

Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) HMSP menyetujui pembagian dividen 99,9% dari laba bersih tahun buku 2015 senilai Rp 10,36 triliun. Masing-masing akan mendapatkan dividen senilai Rp2.225 per lembar saham. HMSP berhasil meraup pendapatan dalam waktu tida bulan sebesar Rp21,9 triliun. Pendapatan itu naik tipis 1,66% dari tahun sebelumnya Rp21,56 triliun. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp3,11 triliun. Laba per saham dasar naik tipis 1,97% dari Rp657 menjadi Rp670. Hans Kwee menilai kinerja emiten rokok pada tahun ini akan jauh lebih baik ketimbang 2015. Perbaikan daya beli masyarakat akibat kenaikan pertumbuhan ekonomi menjadi faktor pendorong positifnya kinerja perusahaan rokok.

“Awal tahun sedikit melambat, tapi sampai akhir tahun ini laba korporasi rokok akan lebih baik,” katanya.
Akan tetapi, dia tidak merekomen¬dasikan saham rokok lantaran indus¬tri ini sudah memasuki masa surut. Lonjakan pajak cukai rokok juga terus meningkat, lokasi merokok kian sempit, iklan komersial dibatasi, hingga peningkatan kepedulian ma¬syarakat terhadap kesehatan, menjadi faktor penekan kinerja perusahaan rokok.
Pada kesempatan lain, emiten rokok PT Bentoel Internasional In¬vestama Tbk. (RMBA) melakukan aksi korporasi dengan menerbitkan saham baru melalui mekanisme rights issue senilai Rp13,99 triliun. Aksi itu menjadi rights issue terbesar di lantai bursa sejak awal tahun ini.
Perseroan akan merilis 36,84 mi¬liar lembar saham baru untuk men¬danai pembayaran utang. “Penggu¬naan dana hasil rights issue untuk mengurangi utang perseroan kepada Rothmans Far East B.V,” kata Cor¬porate SVC Counsel & Corp. Secretary RMBA Dinar Shinta Ulie. (sumber: Bisnis Indonesia)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close