Hukum

Saipul Jamil Minta Hakim Perintahkan KPK Usut Rp 700 Juta

BTN iklan

Jakarta, LEI – Penyanyi dangdut Saipul Jamil meminta majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta agar memerintahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memproses hukum pihak yang memberikan uang Rp 700 juta kepada Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rohadi.

“Saya juga memohon kepada Majelis Hakim Yang Mulia memerintahkan kepada KPK untuk melakukan penyidikan dan penuntutan terhadap orang lain yang memberikan uang kepada bapak Rohadi,” kata Saipul, membacakan nota pembelaan pribadinya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (3/5/2017).

KPK harus mengusutnya, karena menurut Saipul, Rohadi juga menerima uang dari pihak lain, selain dari kuasa hukum Berthanatalia dan kakak kandung Saipul, Samsul Hidayatullah.

“Diketahui bahwa dalam pemberitaan media massa, bahwa Rohadi juga menerima sejulah uang dari pihak lain selain dari Berthanatalia dan Samsul Hidayatullah,” ujar Saipul.

Menurutnya, KPK harus memproses pihak yang memberikan uang kepada Rohadi demi kesetaraan di depan hukum. “Saya mohon agar tidak hanya saya dan kakak saya yang menjalani proses hukum,” ujarnya.

Saipul menyampaikan, permohan tersebut karena saat penyidik KPK menangkap Rohadi terkait suap untuk mengurus vonis kasus pencabulan, penyidik juga menemukan uang sejumlah Rp 700 juta di dalam mobil Rohadi.

Uang sejumlah Rp 700 juta tersebut kemudian memunculkan nama Sareh Wiyono. Namun Sareh membantah memberikan uang sejumlah itu kepada Rohadi. Menurut Sareh, uang itu merupakan pinjaman Rohadi dari advokat Petrus Salestinus yang akan digunakan untuk membangun rumah sakit milik Rohadi di Indramayu, Jawa Barat.

Dalam perkara ini, jaksa penuntut umum KPK mendakwa Saipul Jamil menyuap hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Ifa Sudewi sejumlah Rp 250 juta. Saipul melakukan penyuapan itu dibantu kuasa hukumnya Berthanatalia Kariman, serta kakak kandungnya, Samsul Hidayatullah.

Ifa merupakan ketua majelis hakim yang menyidangkan perkara pencabulan Sapipul Jamil di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Saipul melakukan pencabulan terhadap anak laki-laki.

Ipul dan kuasa hukum serta kakaknya menyuap Ifa melalui panitera pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Utara bernama Rohadi. Tujuan, agar majelis hakim menjatuhkan hukuman ringan kepada Saipul.

Jaksa penuntut umum KPK mengancam Saipul dengan pidana sesuai Pasal 6 Ayat (1) huruf a Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah ubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak PIdana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami