Hukum

Saipul Jamil Minta Hakim Tolak Dakwaan Suap Ifa Rp 250 Juta

BTN iklan

Jakarta, LEI – Terdakwa Saipul Jamil meminta manjelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta untuk menolak dakwaan jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dakwaan dimaksud adalah Saipul menyuap Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Ifa Sudewi, sejumlah Rp 250 juta.

Saipul menyampaikan permohonannya kepada majelis hakim saat membacakan nota keberatan (eksepsi) pribadinya atas dakwaan jaksa penuntut umum KPK di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (3/5/2017).

“Saya memohon kepada Majelis Hakim Yang Muli untuk mengabaikan atau menolak Pasal 6 Undang-Undang (UU) Tindak Pidana Korupsi di dalam surat dakwaan perkara saya ini,” ucap pria yang berprofesi sebagai penyanyi dangdut ini.

Pasal 6 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi tersebut, menurut Saipul, merupakan ancaman terkait dakwaan jaksa penuntut umum KPK soal penyuapan kepada Hakim Ifa Sudewi sejumlah Rp 250 juta yang dituduhkan kepadanya.

Saipul beralasan dakwaan dan pasal soal penyuapan terhadap Hakim Ifa itu tidak berdasar, karena dalam putusan perkara kakak kandungnya, Samsul Hidayatullah yang sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht), bahwa yang terbukti adalah melanggar Pasal 5 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. “Dengan ini, berarti bahwa Pasal 6 sama sekali tidak terbukti,” ujarnya.

Saipul juga menolak keterangan kakak kandungnya digunakan jaksa penuntut umum KPK untuk membuktikan dakwaan karena ada ketentuan Pasal 168 KUHAP. “Saya menolak kesaksian yang diberikan oleh kakak kandung saya sesuai dengan Pasal 168 KUHAP tersebut,” katanya.

Dalam perkara ini, jaksa penuntut umum KPK mendakwa Saipul Jamil menyuap hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Ifa Sudewi sejumlah Rp 250 juta. Saipul melakukan penyuapan itu dibantu kuasa hukumnya Berthanatalia Kariman, serta kakak kandungnya, Samsul Hidayatullah.

Ifa merupakan ketua majelis hakim yang menyidangkan perkara pencabulan Saipul Jamil di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Saipul melakukan pencabulan terhadap anak laki-laki.

Saipul dan kuasa hukum serta kakaknya, menyuap Ifa melalui panitera pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Utara bernama Rohadi. Tujuan, agar majelis hakim menjatuhkan hukuman ringan kepada Saipul.

Jaksa penuntut umum KPK mengancam Saipul dengan pidana sesuai Pasal 6 Ayat (1) huruf a Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah ubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak PIdana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami