Hukum

Saksi: Pendapat Gus Dur, Al Maidah Bukan untuk Pilih Pemimpin di Luar Keagamaan

BTN iklan

Jakarta, LEI – Bambang Waluyo Djojohadikoesoemo, salah satu saksi meringankan yang dihadirkan kubu terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, Al Maidah 51 bukan untuk memilih pemimpin untuk hal di luar keagamaan sebagaimana pendapat almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Usai memberikan kesaksian, Bambang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (7/3), mengatakan, selain Gus Dur, ia juga mengaku mempunyai sejumlah narasumber yang menguatkan pendapat Gus Dur.

“Saya juga punya pemahaman Al Maidah tidak ada ini dengan urusan kepemimpinan. Dan saya punya beberapa narasumber, antara lain Gus Dur. Kalau toh ada orang yang berpendapat bahwa Al Maidah itu untuk memilih pemimpin (non keagamaan), berarti pendapat mereka bertentangan dengan pendapat Gus Dur,” ujarnya.

Jika menilai bahwa Al Maidah 51 untuk memilih pemimpin di luar pemimpin keagamaan, lanjut Bambang, maka langsung saja nyatakan bahwa Gus Dur tidak benar. “Silakan nyatakan Gus Dur tidak benar, caranya dia (Gus Dur) menafsirkan Al Maidah itu salah. Tapi saya berhak memilih siapa yang saya amini. Saya memilih untuk ke Gus Dur,” katanya.

Adapun soal kunjungan kerja Ahok di Kepulauan Seribu, menurut Bambang, warga menyambutnya dengan baik dan semua senang. Begitupun saat Ahok kembali berkunjung kedua kalinya setelah pidato di Tempat Pelelangan Ikan Pulau Pramuka. “Di sana pak Ahok disambut kedua kalinya itu disambut kaya pengantin kok,” tandasnya.

Sedangkan soal pertanyaan jaksa mengenai kenapa hanya pihak Partai Golkar yang hadir dalam acara di TPI, Bambang mengatakan, karena Golkar mempunyai rencana untuk membangun kator perwakilan di sana.

“Ya dia (jaksa) tanya saja untuk catatan sidang saja. Dia menanyakan kenapa Partai Golkar, kenapa PDIP tidak ikut, Hanura, NasDem, atau pendukung yang lain tidak ikut, ya karena itu kebetulan saat itu kita ada acara di sana, kt akan meninjau lokasi yang akan kita bangun kembali,” katanya.

Bambang menegaskan, bahwa itu bukan terkait Pilkada DKI Jakarta. “Oh enggak, kalau pilkada kita enggak ke Pulau Seribu dulu ya, ke tempat yang lebih ini dulu ya, di Jakarta kan lebih banyak prioritas suara, kan Kepulauan Seribu kecil sekali kabupatennya,” ujar Bambang.

Ketika wartawan menanyakan bagaimana reaksi warga Kepulauan Seribu atas kunjungan kerja Ahok yang pertama dan kedua, Bambang mengatakan, mereka senang.

“Mereka happy kok. Kalau pada waktu kunjungan pertama pak Ahok itu menistakan atau menodai Al Quran atau Al Maidah, kita tdk akan keluar dari sana hidup-hidup kok. Karena naik kapal itu tidak secepat naik mobil. Ini yang pertama. Kedua, interaksi sesudah pidato pak Ahok itu cair, mereka justru diskusi masalah program-program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Bambang juga menyebut punya dokumentasi tentang kunjungan kedua Ahok, “Waktu kunjungan kedua, ada seorang marbot masjid, orang tua, menghampiri dan memeluk pak Ahok, dia bilang yang sabar ya pak, sampai nangis,” katanya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami