LiputanNasional

Sandi Akui Simpang Mampang Batal Ditutup karena Korban Jiwa

BTN iklan

Jakarta (Lei) – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno membatalkan penutupan tiga simpang di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, setelah sempat melakukan uji coba penutupan pada Jumat (18/5) lalu.

Sandi mengakui pembatalan ini menyangkut jatuhnya korban jiwa pada kebakaran di sekitar lokasi uji coba sehari setelahnya. Image result for sandiaga uno

Satu warga di Mampang Prapatan meninggal dunia dan beberapa bangunan terbakar dalam insiden itu. Pemadam kebakaran telat sampai ke lokasi karena harus memutar jalan akibat penutupan itu.”Salah satunya itu (korban jiwa) dan ini kami sangat berduka cita, ikut bela sungkawa terjadinya tragedi tersebut, tapi bagi kami ini adalah sebuah bahan evaluasi,” ucap Sandi saat ditemui di Silang Monas, Senin (21/5).

Sandi menyebut saat ini pihaknya membatalkan uji coba tersebut. Pemprov DKI Jakarta sedang mengkaji ulang kebijakan itu.

Dia mengakui penerapan uji coba kemarin kurang sosialisasi dan mengakibatkan penolakan warga serta tragedi tersebut.

“Kemarin ini sosialisasinya kurang. Saya langsung putuskan meminta koordinasi dengan kepolisian untuk sementara dihentikan dan kami coba melihat lagi solusi lainnya,” tuturnya.Sandi menjelaskan sebenarnya penutupan tiga simpang di Mampang Prapatan ditujukan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas. Kebijakan ini melengkapi Underpass Mampang-Kuningan yang telah diresmikan beberapa waktu lalu.

Penutupan dilakukan dengan menempatkan movable concrete barrier di tiga persimpangan. Pertama simpang yang menghubungkan Jalan Mampang Prapatan Raya, Jalan Mampang Prapatan 7, dan Jalan Mampang Prapatan 8.

Kedua simpang yang menghubungkan Jalan Mampang Prapatan Raya, Jalan Duren Tiga Raya, dan Jalan Kemang Utara 9. Terakhir di simpang Jalan Mampang Prapatan Raya, Jalan Duren Bangka, dan Jalan Duren Tiga Selatan

 

CNN

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami