Internasional

Sandiwara Pembunuhan Wartawan Rusia, Ukraina Dikecam Karena ‘Informasi Palsu’

BTN iklan

KIEV (LEI) – Pemerintahan Ukraina dikritik tajam karena membuat sandiwara dan menyebut jurnalis yang kerap berseberangan dengan pemerintah Rusia, Arkady Babchenko, tewas dibunuh.

Pejabat di Organisasi Keamanan dan Kerja Sama Eropa (OSCE) menyebut Ukraina telah menyebarkan informasi palsu.

Adapun, lembaga Reporters sans Frontieres (RSF) atau Wartawan Lintas Batas menganggap Ukraina menyalahgunakan wartawan untuk perang informasi.

Ukraina berdalih bahwa mereka melakukan hal itu untuk mencegah Rusia yang berencana membunuh Babchenko. Di lain pihak, pemerintah Rusia menyebut itu sebagai provokasi.

Babchenko, wartawan Rusia berusia 41 tahun yang dikenal kritis terhadap rezim Vladimir Putin, mengejutkan publik ketika ia muncul dalam jumpa pers di ibu kota Ukraina, Kiev, Rabu (30/05), sehari setelah diberitakan meninggal dunia.

Kepala Badan Keamanan Ukraina, Vasyl Hrytsak, menyebut sudah menangkap satu orang yang diduga bagian dari komplotan pembunuh bayaran yang dibiayai Rusia.

Setelah Rusia menganeksasi Krimea tahun 2014, hubungan mereka dengan Ukraina memanas. Rusia juga dituding secara diam-diam menyokong gerombolan bersenjata dalam konflik berdarah di Ukraina bagian timur itu.

Kenapa Ukraina dikritik?

Ukraina dituduh merendahkan kredibilitas jurnalis dengan sandiwara ini.

Harlem Desir, perwakilan OSCE di bidang kemerdekaan pers, mengatakan, “Saya menyayangkan keputusan Ukraina menyebar informasi bohong tentang nyawa seorang wartawan.”

“Adalah tugas pemerintah menyediakan informasi yang tepat kepada masyarakat,” ujar Desir.

Sementara pemimpin RSF, Christophe Deloire, mengatakan, “RSF menyatakan kemarahan yang nyata mengetahui bahwa Dinas Rahasia Ukraina (menyalahgunakan wartawan) untuk menjalankan perang informasi,” katanya.

“Sangat berbahaya apabila suatu negara mempermainkan fakta, terutama yang berhubungan dengan wartawan,” tambahnya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menyebut tindakan Ukraina sebagai propaganda yang konyol.

Bagaimana informasi kematian itu dijalankan?

Istri Babchenko berkata menemukan suaminya di gerbang masuk apartemen mereka. Ia mengaku melihat Babchenko ditembak di bagian punggung.

Babchenko kemudian diberitakan meninggal dunia di mobil ambulans dalam perjalanan ke rumah sakit.

Namun Rabu lalu, dunia dikejutkan ketika Babchenko masuk ke ruangan sebuah konferensi pers. “Tentu saya tidak mati,” ujarnya.

Babchenko kemudian mencuit dalam akun Twitternya, “Saya akan meninggal pada usia 96 tahun setelah menari di atas batu nisan Putin,” ujarnya merujuk Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Presiden Ukraina Petro Poroshenko menyebut pemerintahannya menawarkan perlindungan bagi Babchenko. Karena, “sepertinya Moskow tidak akan tinggal diam,” ujarnya. (okezone)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close