Tekno

Sang Penggagas Jaringan Internet, Robert Taylor Meninggal Dunia

BTN iklan

Jakarta/Lei – Robert Taylor, orang yang memiliki gagasan pertama kali mengenai jaringan internet, telah meninggal dunia pada Kamis (13/4) di Woodside, California. Ia mengembuskan napas terakhir di usia yang ke-85 tahun, setelah lama berjuang melawan penyakit parkinson.

Dilansir dari keterangan sang anak kepada NPR pada Minggu (16/4), Taylor meninggal dalam damai di rumahnya.

Semasa hidup, Taylor berkecimpung di dunia teknologi, meski dirinya bukan ilmuwan komputer. Ia merupakan lulusan University of Texas dari jurusan psikologi dan matematika.

Taylor memiliki gagasan mengenai internet karena ia merasa kalau teknologi komputer bisa menyatukan interaksi manusia, seperti yang dinyatakannya dalam wawancara dengan Guz Raz pada 2009.

Gagasan tersebut bermula pada 1960-an, ketika Taylor masih bekerja sebagai ahli riset di Advanced Research Projects Agency (ARPA) milik Pentagon.

Di sana, ia merasa frustasi, karena komunikasi antar staf tak efektif.

Di kantornya, Taylor memiliki tiga komputer dengan masing-masing terminal untuk berkomunikasi dengan stafnya yang berada di kawasan berbeda.

“Saya harus duduk bergantian di ketiga komputer itu. Itu terasa sangat bodoh. Jadi saya memutuskan untuk membuat jaringan yang menyatukan semuanya,” kata Taylor kepada Raz.

Jaringan yang bernama ARPANET itu lalu berkembang menjadi internet. Saat membangunnya, Taylor dibantu oleh rekan kerjanya yang memiliki keluhan sama, Bill Duvall, Len Kleinrock dan Charley Kline.

Percobaan pertama kali dilakukan pada 29 Oktober 1969, ketika itu Kline mengirimkan pesan kepada Duvall melalui komputer yang berbeda kawasan.

‘Login’ adalah kata pertama yang hendak dikirimkan. Namun, karena mesin komputer mendadak rusak, pesan yang terkirim hanyalah ‘Lo’.

“Taylor adalah arsitek kunci untuk dunia moderen saat ini,” kata Leslie Berlin, sejarawan dari Stanford University Silicon Valley Archives, saat diwawancara oleh The New York Times.

Teknologi ARPANET berkembang dengan sangat pesat, tapi sosok Taylor baru diakui sebagai penggagas saat Presiden Amerika Serikat Bill Clinton memberikannya medali kehormatan, National Medal of Technology, pada 1999.

Entah karena malas atau berhalangan, Taylor mengurungkan diri untuk datang saat upacara pemberian medali tersebut. (CNN)

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami