LiputanTraveling

Sanggar Maruta Kenalkan “Joged” Pada Anak-Anak

BTN iklan

DENPASAR, 22/4 (LEI) – Sanggar Maruta mengenalkan tari Joged Bumbung yang sesuai pakem untuk kalangan anak-anak dan masyarakat umum, dengan mementaskan salah satu tari pergaulan itu di Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar.

“Kami sengaja melibatkan anak-anak dan juga yang menarikan itu anak-anak, karena kami ingin mengangkat kembali citra Joged Bumbung yang belakangan diidentikkan dengan tarian yang berbau porno,” kata Ketua dan Pembina Sanggar Maruta I Nyoman Mardika, di sela-sela pementasan tari Joged Bumbung tersebut, di Denpasar, Sabtu.

Penampilan Sanggar Maruta dari Banjar (Dusun) Lebah, Kota Denpasar dalam agenda seni rutin yang digelar Dinas Kebudayaan Kota Denpasar itu bukanlah untuk yang pertama kalinya.

Pada tahun sebelumnya, sanggar yang mewadahi anak-anak dan remaja dalam berbagai aktivitas seni itu telah menampilkan sekaa gong yang semua pemainnya kaum hawa.

“Untuk pentas kali ini, kami memang sengaja mengangkat tari Joged Bumbung, sebagai bentuk kepedulian kami untuk membangkitkan kembali dan mengembalikan citra Joged yang tercemar dengan kemunculan tari Joged porno,” ucapnya.

Apalagi dari Dinas Kebudayaan Provinsi Bali juga telah gencar melakukan pembinaan ke berbagai daerah di Bali untuk memberantas tari Joged Bumbung yang “jaruh” atau porno itu.

Mardika sangat menyayangkan salah satu tari pergaulan dari Bali yang sudah diakui oleh UNESCO itu, malah “dicederai” oleh oknum tak bertanggung jawab dengan menampilkan tari Joged yang tak mengindahkan norma kesopanan itu.

“Dengan pementasan kali ini, kami tak hanya ingin mengangkat citra salah satu kesenian Bali sesuai pakemnya, sekaligus mengenalkan pada anak-anak, bagaimana sebenarnya tari pergaulan itu dibawakan, ” ujarnya.

Dalam acara itu, tari Joged Bumbung dibawakan dengan apik oleh Komang Ayu Pranita, salah satu siswi SMP di Kota Denpasar yang menjadi anggota Sanggar Maruta. Tak ketinggalan, tarian ini diiringi oleh sekitar 25 anak yang membawakan tetabuhan dengan menggunakan alat musik rindik, cengceng, kendang, kemong, seruling dan sebagainya.

Selain itu, anak-anak Sanggar Maruta juga memainkan dengan apik empat tetabuhan yang berjudul Tabuh Jaran Goyang, Telaga Sari, Kecubung Sari, Caplok Bangkung, dan Gending Joged Tresna Asih.

Tak hanya diisi oleh Sanggar Maruta, acara pentas seni yang berlangsung di pojok sebelah barat daya Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar tersebut juga semakin meriah dengan penampilan anak-anak dari Sanggar Tari dan Tabuh Cakra, serta Sanggar Tari Janger Kedaton yang tampil bergantian dengan Sanggar Maruta.

Anak-anak dari Sanggar Cakra dan Sanggar Tari Janger Kedaton diantaranya membawakan tari Pendet, Puspanjali, dan Cilinaya. Penonton pun terlihat antusias menyaksikan pementasan tersebut hingga usai. [antara]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami