Olahraga

Satgas Anti Mafia Bola Akan Kaji Sistem Regulasi Kompetisi Indonesia

BTN iklan

(LEI) – Satgas Anti Mafia Bola terus mencari informasi tentang match-fixing yang di kompetisi nasional.

Satgas Anti Mafia Bola masih terus mencari informasi tentang match-fixing di Indonesia. Terkini, tim bentukan Kapolri Tito Karnavian tersebut bakal menggali sistem regulasi yang ada di kompetisi nasional.

Sejauh ini sudah ada empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka kasus match-fixing. Mereka adalah mantan komite wasit PSSI Priyanto, wasit futsal Anik Yuni Artika Sari, anggota komite eksekutif PSSI Johar Lin Eng, serta anggota komite disipilin nonaktif Dwi Irianto.

Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan keempat orang tersebut mempunyai tugasnya masing-masing dalam match-fixing. Johar bekerja sama dengan Priyanto untuk mencari wasit yang bisa diajak mengatur pertandingan.

Sedangkan, Dwi merupakan perantara antara Johar dan Priyanto yang tugasnya menghubungkan pemesan match-fixing dengan wasit yang sudah mau diajak kompromi. Sementara Anik diduga adalah orang yang menyalurkan uang pemesan match-fixing.

“Yang akan digali tentunya dari sistem regulasinya, sistem regulasi liga, kan, masih di bawah kotrol PSSI meskipun dalam operasionalnya adalah PT Liga Indonesia Baru, kemudian juga menyangkut tanggung jawab PSSI organnya sepakbola,” kata Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo.

“Otomatis dari sisi regulasi sistem itu, PSSI juga akan mengontrol termasuk wasit dan pemain di bawah kontrol dan pemibinaan PSSI. Tersangka ini sebagai pintu masuk, untuk membuat terang benderang terhadap peristiwa pidana pengaturan skor yang ada di Liga 1, Liga 2, dan Liga 3, termasuk pertandingan-pertandingan yang lain apabila nanti ditemukan unsur pidana akan didalami oleh Satgas,” tambahnya.

[Goal.com]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close