Olahraga

Satgas Anti-Mafia Dinilai Bakal Efektif Benahi Kisruh Sepak Bola Indonesia

BTN iklan

SOLO, (LEI) – Pengamat sepak bola asal Solo, Aris Budi Sulistyo, meyakini satgas anti-mafia yang akan dibentuk Kapolri Tito Karnavian bisa berimbas efektif. Satgas tersebut bertugas memberantas praktik mafia di sepak bola Indonesia.

Manurut Aris, gagasan Kapolri untuk ikut berupaya memberangus praktik kotor di persepakbolaan Indonesia pantas diacungi jempol.

Pria yang juga merupakan mantan pemain Persik Kediri ini mengingat usaha yang sebelumnya dilakukan oleh jajaran kepolisian di dunia sepak bola nasional beberapa tahun lalu, yakni almarhum Alex Bambang Riatmodjo yang berjasa besar. Alex Bambang tercatat pernah jadi Kapolda Jateng periode 2009-2010.

Aris Budi Sulistyo menganggap sepak terjang almarhum Alex Bambang Riatmodjo dapat dijadikan pedoman dalam kinerja satgas anti mafia yang akan diterjunkan.

“Saya sangat setuju dengan adanya satgas anti mafia yang dibentuk Pak Kapolri. Menengok masa lalu, harusnya kita juga berterima kasih kepada almarhum pak Alex Bambang Riatmodjo yang pernah membuat gempar sepak bola Indonesia. Yakni berani menegakkan sesuatu yang tidak beres,” terang Aris Budi Sulistyo kepada Bola.com, Jumat (21/12/2018).

Pihaknya berharap polemik terkait mafia sepak bola harus diakhiri dengan aksi nyata. Berbagai diskusi yang digelar untuk sama-sama membongkar ke publik, dianggapnya tidak akan menyelesaikan persoalan. PSSI juga tetap menjadi garda terdepan untuk ikut menyelesaikan kasus yang mencoreng sportivitas ini.

“Hanya saja peran satgas anti mafia nanti perlu hati-hati, tetap menghormati rule of the game. Dikhawatirkan PSSI selalu menyebutnya intervensi dari pemerintah, melanggar statuta dan sebagainya. Padahal menurut saya bukan intervensi, karena satgas ada dari lembaga pemerintah dan saya juga yakin ada payung hukumnya. Jadi PSSI justru malah bisa ikut bekerja sama,” imbuh mantan nahkoda tim Persis Solo ini, tentang cara menindak pengaturan skor dan kisruh lainnya di sepak bola di Indonesia.

Sepak Terjang Alex Bambang

Menengok ke belakang, ketika berdinas di Jateng, sosok Alex Bambang Riatmodjo pernah mencuat di dunia sepak bola nasional. Pria yang terakhir berpangkat Irjen itu pernah memerintahkan jajarannya menangkap pemain dalam satu pertandingan.  Adalah Nova Zaenal yang kala itu membela Persis Solo berkelahi dengan pemain asing Gresik United, Bernard Mamadou, di Stadion Sriwedari, Solo, pada pentas Divisi Utama 2009.

Kedua pemain itu lantas ditangkap dan ditahan dengan delik aduan pidana sebagai tersangka tindak penganiayaan dan dijerat dengan Pasal 351 ayat 1 jo 352 KUHP. Nova dan Mamadou menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surakarta dan divonis tiga bulan dengan masa percobaan enam bulan.

Tidak hanya menangkap pemain, almarhum juga pernah turun tangan meminta penggantian wasit saat final Piala Indonesia pada 2010 yang mempertemukan Arema versus Sriwijaya FC di Stadion Manahan, Solo. Ketika itu almarhum di jeda pertandingan meminta wasit Jimmy Napitupulu diganti. Alasannya mencegah potensi terjadi kerusuhan penonton bila wasit Jimmy masih terus memimpin pertandingan.

Alex Bambang juga kerap hadir di stadion di wilayah Jateng untuk memberikan imbauan kepada pemain, wasit, hingga penonton untuk menjaga ketertiban.

[Bola.com]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close