Politik

Sebaiknya Polri Tangguhkan Penanganan Kasus Ahok

BTN iklan

Jakarta/lei – Ahli hukum pidana Faisal Santiago mengatakan sebaiknya penyidik Polri menangguhkan penanganan dugaan kasus penistaan agama yang menyeret Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok hingga usai pilkada serentak 2017.

“Polri harus netral dan profesional untuk menghindari kecurigaan dijadikan alat politik,” kata Faisal melalui keterangan tertulis di Jakarta Rabu.

Faisal menegaskan Kapolri Jenderal Tito Karnavian harus berpijak sesuai Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor SE/7/VI/2014 saat Kapolri dijabat Jenderal (Purn) Badrodin Haiti.

Peraturan itu mengatur seluruh laporan terhadap calon kepala daerah termasuk wali kota, bupati, dan gubernur yang menjadi terlapor saat memasuki tahapan pilkada dan masa pendaftaran harus ditangani selesai pilkada.

Ketua Asosiasi Pimpinan Perguruan Tinggi Hukum Indonesia (APPTHI) Laksono Utomo menyebutkan masyarakat harus mempercayakan kepada Polri untuk menangani dugaan penistaan agama itu.

“Tentu saja dilakukan setelah pilkada selesai agar tidak ada calon tertentu yang dipojokkan,” ujar Laksono.

Saat Kapolri dijabat Jenderal (Purn) Badrodin Haiti menerbitkan surat edaran mengenai calon kepala daerah harus ditangguhkan agar tidak terjadi kriminalisasi.

Senada mantan komisioner Kompolnas Edi Hasibuan juga meminta Kapolri menyidik laporan kasus yang melibatkan Ahok usai Pilkada DKI Jakarta 2017.

Edi mengatakan penyidik Mabes Polri dapat melakukan penyelidikan sementara namun tidak masuk penyidikan hingga selesai pelaksanan Pilkada DKI Jakarta 2017.

Perlihatkan Lebih

2 Comments

  1. 549489 760243Right after study quite a few the websites with your internet site now, and that i genuinely appreciate your method of blogging. I bookmarked it to my bookmark internet site list and are checking back soon. Pls have a look at my web page likewise and let me know should you agree. 123099

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami