BTN ads
Liputan

Sebanyak 75.000 Penumpang Ditargetkan Naik Transcommuter

JAKARTA (LEI)- Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) menargetkan 75.000 penumpang lewat Transcommuter atau bus yang terintegrasi dengan kereta rel listrik (KRL).

Pande mengatakan untuk uji coba dalam jangka waktu satu bulan ini dioperasikan sebanyak enam bus dengan kapasitas 34 penumpang untuk kelas premium dan 59 penumpang untuk kelas bisnis.

Dia menjelaskan bus angkat diberangkatkan setiap 30 menit dan menggunakan sistem dari titik ke titik yang sudah ditentukan (point to point) ke Blok M dan Gambir, sehingga bus tidak berhenti di tengah perjalanan.

Berdasarkan survei dari PPD, lanjut dia, paling banyak penumpang KRL menuju ke arah Blok M dan Gambir.

“Ini integrasinya kenapa kita pilih Sudirman dulu karena kita lihat lonjakan penumpang paling dominan, yang paling besar itu ada di Sudirman, pergerakan orangnya cukup luar biasa,” katanya.

Ke depannya, lanjut dia, juga akan dioperasikan di beberapa stasiun, di antaranya Stasiun Depok, Cibubur dan Kalibata.

“Kalibata malah wacananya lebih dulu, tapi bisa realisasi Sudirman duluan karena di Kalibata itu masih ada jalan yang harus ditutup,” katanya.

Dia menambahkan dengan adanya pusat kegiatan berbasis transportasi (TOD) di Dukuh Atas, diharapkan animo masyarakat untuk beralih ke bus semakin besar.

Dalam kesempatan sama, Direktur Operasi dan Pemasaran PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mengatakan Stasiun Sudirman adalah stasiun dengan lonjakan yang cukup besar.

“Pergerakan orangnya cukup luar biasa dan akan terus bertambah, artinya setiap ada permintaan dari masyarakat untuk penambahan akan kita lakukan,” katanya.

Dia menyebutkan penumpang Stasiun Sudirman yang menggunakan KMT terhitung 90 persen.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close