Internasional

Sebulan Tewas, Jasad Misionaris AS Tidak Dievakuasi dari Pulau Terlarang India

BTN iklan

PORT BLAIR (LEI) – Sebulan setelah sekelompok anggota suku terasing membunuh seorang misionaris Amerika Serikat (AS) yang mencoba membujuk mereka memeluk agama Kristen, kepolisian India masih belum berusaha untuk mengevakuasi jasad dari John Allen Chau, dari pulau terlarang di mana dia tewas.

Pihak berwenang India dilaporkan masih berusaha mewawancarai dua misionaris Amerika lainnya yang dicurigai mendorong Chau untuk pergi ke Pulau Sentinel Utara di Kepulauan Andaman yang dilarang untuk dimasuki untuk melindungi suku terasing yang tinggal di sana.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Chau tewas setelah dihujani anak panah saat dia berusaha mendekati anggota suku terasing di Sentinel untuk menyampaikan pesan keagamaannya.

Pihak berwenang India dilaporkan akan meminta dua misionaris Amerika yang berbicara dengan Chau sebelum kematiannya untuk memberikan bukti atau keterangan.

“Kami telah memulai proses memberikan pemberitahuan kepada mereka untuk menjadi bagian dari penyelidikan,” kata Kepala Kepolisian setempat, Dependra Pathak sebagaimana dilansir AFP, Jumat (21/12/2018).

Pemberitahuan, yang harus dilakukan antara pemerintah India dan AS, hanya akan mengharuskan kedua misionaris Amerika itu untuk menjawab pertanyaan. Identitas kedua misionaris Amerika itu masih belum diungkap kepada publik dan mereka diketahui telah meninggalkan India.

Chau terbunuh pada pertengahan November tetapi berita kematiannya baru muncul enam hari kemudian. Polisi telah dua kali mengirim kapal untuk mendekati Sentinel Utara dalam upaya untuk melihat di mana Chau mungkin telah terbunuh, namun tidak mendapatkan hasil yang memuaskan.

Mereka mengakui bahwa mereka tidak mau mengambil risiko memprovokasi suku terasing di Sentinel Utara dengan mendarat di pulau itu. Selain itu, para pegiat dan ahli antropologi telah meminta pihak berwenang India untuk tidak mencoba mengambil jasad Chau dari pulau itu.

“Kami masih menunggu pandangan tegas dari Survei Antropologi India dan ahli lapangan,” kata Pathak.

Tujuh orang, termasuk enam nelayan setempat telah ditangkap karena membantu perjalanan Chau ke pulau terpencil itu. Mereka semua dibebaskan dengan jaminan pekan ini.

Pada 2006 dua nelayan India juga tewas di Sentinel Utara setelah perahu mereka terbawa arus ke pulau terlarang itu. Sepekan setelah kematian mereka, jasad keduanya dipajang di pantai dengan menggunakan pancang, menghadap ke arah laut.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close