Internasional

Sebut Xi Jinping Tak Pantas Pimpin Negara, Izin Pengacara China Dicabut

BTN iklan

BEIJING, Lei  – Pengacara pembela hak asasi manusia (HAM) kenamaan China, Yu Wensheng, dicabut izinnya setelah mengritik Presiden Xi Jinping melalui surat terbuka. Izin bagi Yu Wensheng dicabut oleh otoritas China pada Senin 15 Januari.

Pria yang berbasis di Beijing itu berulang kali mengritik Partai Komunis China (PKC) atas tindakan tegas terhadap pengacara pembela HAM dan aktivis kemanusiaan selama bertahun-tahun. Tindakan sewenang-wenang itu menyebabkan ratusan orang ditahan dan puluhan lainnya ditangkap.

Yu Wensheng sebelumnya pernah ditahan pada Oktober 2017 setelah menulis surat terbuka yang menyatakan Presiden Xi Jinping tidak pantas memimpin China. Sebab, pria berusia 64 tahun itu dinilai membawa Negeri Tirai Bambu ke pemerintahan totaliter dengan sejumlah aturan.

Yu yakin pencabutan izin legalnya berkaitan dengan surat terbuka tersebut. Namun, ia mengaku pencabutan izin tersebut justru membuatnya semakin bersemangat untuk menjadi pembela hak asasi manusia.

“Itu (pencabutan izin legal) tidak akan bisa menghentikan saya,” ujar Yu Wensheng, sebagaimana melansir dari Reuters, Selasa (16/1/2018).

Dalam gambar yang diperoleh Reuters, Biro Hukum Pemerintah Kota Beijing memberi tahu Yu Wensheng lewat sepucuk surat bahwa izinnya sudah dibatalkan karena yang bersangkutan tidak dipekerjakan oleh firma hukum yang terdaftar selama lebih dari enam bulan. Namun, ketika dikonfirmasi, pihak pemerintah kota bungkam seribu bahasa.

Sejumlah peraturan mengenai praktik firma hukum dan pengacara di China direvisi pada penghujung 2016. Revisi dilakukan guna memasukkan aturan untuk pemeriksaan lebih ketat terhadap kebebasan berpendapat serta tindak-tanduk para pengacara, serta persyaratan politik yang lebih besar untuk firma dan praktisi hukum.

Kelompok pembela HAM meyakini revisi aturan bertujuan untuk menghambat peran komunitas hukum dalam mengambil kasus-kasus hak asasi manusia yang sensitif atau bersuara terhadap persekusi politik dalam kerja sebagai pengacara.

Istri Yu, Xu Yan, mengatakan bahwa dirinya dan sang suami sudah menghabiskan biaya hingga 150 ribu yuan (setara Rp310 juta) untuk mendirikan firma hukum independen. Hal tersebut dilakukan demi memenuhi syarat bekerja di sebuah firma hukum terdaftar setelah Yu Wensheng keluar dari tempatnya bernaung pada 2017. Akan tetapi,

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami