InternasionalTekno

Sejumlah peneliti boikot universitas di Korea Selatan karena penelitian senjata berbasis AI

BTN iklan

(LEI) — Lebih dari lima puluh peneliti kecerdasan buatan (AI) kemarin mengumumkan tindakan boikot terhadap KAIST, salah satu universitas kenamaan di Korea Selatan. Ini dilakukan ketika kelompok peneliti tersebut mengetahui KAIST memiliki sebuah laboratorium penelitian senjata AI di salah satu pabrik milik perusahaan besar Korea Selatan.

Kelompok peneliti yang berasal dari tiga puluh negara ini menyatakan tidak akan bersedia terlibat dengan seluruh kegiatan ataupun bekerja sama dengan KAIST. Ini dilakukan hingga KAIST benar-benar menghentikan upayanya mengembangkan senjata berbasis kecerdasan buatan tersebut.

Walau terdengar mengerikan, tetapi menurut presiden dari KAIST, Sung-Chul Shin, penelitian ini dilakukan bukan untuk membuat senjata mematikan yang memanfaatkan robot. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan kecerdasan buatan untuk penggunaannya di bidang militer, seperti sistem kendali kapal selam dan pesawat tanpa awak.

Kita dapat bernafas lega, karena Terminator belum akan hadir dalam waktu dekat. Sepertinya.

Sumber: Venture Beat

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close