HEADLINESNasional

Sekjen KAI: Suap Menyuap Tugas Makelar

BTN iklan

Palu, 12/9 LEI – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Kongres Advokat Indonesia (KAI) Apolos Djara Bongan menyatakan suap menyuap sama sekali bukan tugas seorang advokat, namun hal itu menimpa advokat yang menjadi makelar dalam kasus seperti itu.

Pernyataan itu disampaikan Apolos Djara Bongan menanggapi Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel) belum lama ini dimana dua dari empat orang yang terjaring dalam OTT itu berprofesi advokat.

“Itu semua di luar tugas advokat, makanya sepanjang itu tugas advokat baik di dalam maupun di luar pengadilan tidak dapat dituntut,” katanya setelah pelantikan advokat KAI Sulteng di Pengadilan Tinggi (PT) Sulteng, Senin.

Apolos mengatakan mereka ditangkap dalam tindakan penyuapan dan sebagainya karena itu bukan tugas sebenarnya. Karena berbicara tugas advokat yakni memperjuangkan hak hukum klien, misalnya ada penyiksaan atau penyesatan terhadap kasus hukumnya.

“Tapi kalau menyuap itu tugas-tugas makelar, kita sendiri tidak setuju dengan sikap seperti itu,” tegas Apolos.

Sehingga, kata dia, dalam setiap pendidikan dan pelatihan (diklat) advokat, maupun sambutan anggota KAI, telah diberikan pendidikan khusus mengenai kode etik profesi dan lain sebagainya, berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab.

“Selama ini belum ada anggota KAI telibat kasus OTT atau suap, semoga hal ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh advokad di Indonesia,” ujar Apolos.

Oleh Fauzi Sebelumnya Ketua Pengadilan Tinggi Sulteng Ida Bagus Djagra melantik 24 orang advokat yang tergabung dalam Kongres Advokat Indonesia (KAI).

Bagus Djagra meminta para advokat yang baru dilantik agar tidak menjadi bagian dari peristiwa-peristiwa negatif yang menimpa badan peradilan beberapa waktu lalu, dimana seorang hakim dan advokat terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK.

“Advokat mempunyai andil yang besar dalam memperjuangkan keadilan dan tegaknya hukum, jangan sampai melakukan hal-hal di luar ketentuan,” ujarnya dan meminta advokat tidak menangani perkara yang berpotensi menimbulkan suap dan pelanggaran hukum lainnya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami