BTN ads
Internasional

Semakin Tak Harmonis, Turki Larang Warganya Pergi ke Amerika Serikat

ANKARA, (LEI) – “Warga negara Turki yang berkunjung ke AS berpotensi ditangkap tanpa alasan yang jelas,” kata pernyataan resmi kementrian luar negeri Turki dilansir dari Reuters, Jumat (12/1). Ada apa ya?

Pemerintah Turki mengimbau warga negaranya untuk tidak melakukan perjalanan ke Amerika Serikat (AS). Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan, warga negara yang berkunjung ke Negeri Paman Sam terancam ditangkap tanpa alasan yang jelas.

Otoritas Turki meminta warganya untuk memikirkan lebih matang lagi jika memang ingin bekunjung ke AS. Mereka mendapati adanya peningkatan aktivitas teror dan kekerasan di Negeri Paman Sam.

Misalnya saja, serangan di kampus Ohio, bandara Fort Lauderdale Hollywood, Masjid Al-Farooq di Minnessota hingga gereja di Texas. Turki juga menyoroti serangan bom pipa yang terjadi di stasiun bawah tanah di New York City yang dinilai sebagai tindakan rasisi aliran kanan.

Pengeluaran larangan berkunjung oleh Pemerintah Turki merupakan respons dari dikeluarkannya peringatan serupa oleh Departemen Luar Negeri AS. Mereka mengimbau warga negara Amerika yang akan melancong ke Turki sebaiknya berpikir dua kali dengan alasan ‘terorisme dan penangkapan tanpa asalan’.

Bahkan Departemen Luar Negeri AS meningkatkan status kewaspadaan terhadap Turki ke level 3. Kategori tersebut menempatkan negara yang terletak di perbatasan Asia dan Eropa itu sebagai negara yang tidak aman untuk dikunjungi. Beberapa negara yang masuk dalam level serupa adalah Venezuela, Burundi, Pakistan dan Sudan.

Sementara, larangan berkunjung itu dikeluarkan pemerintah usai kedua negara mengakhiri penghentian layanan visa di masing-masing perwakilan kedutaan besar mereka. Penangguhan layanan visa itu dilakukan menyusul ditangkapnya seorang staff konsulat AS yang diduga terlibat kudeta gagal Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Turki meminta Paman Sam untuk mengekstradisi tersangka kudeta, Fethullah Gulen yang diyakini sebagai aktor intelektual insiden tersebut. Permintaan ekstradisi telah berulang kali dilayangkan ke Washington. Namun, para pejabat AS mengatakan, pengadilan memerlukan bukti cukup untuk mengekstradisi ulama sepuh yang telah membantah terlibat dalam kudeta tersebut.

Hubungan Turki dengan AS juga semakin tidak rukun menyusul dipidananya salah seorang banker Turki. Tersangka pejabat eksekutif Halkbank Mehmet Hakan Atilla divonis oleh pengadilan federal Manhattan. Erdogan menilai, hal tersebut menjadi serangan politik terhadap pemerintahannya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close