Hukum

Sengketa Prada Berujung Damai

BTN iklan

JAKARTA/Lei  — Sengketa merek Prada milik perusahaan fesyen eksklusif asal Luxemburg Prada S.A dan merek Prada lokal milik PT Manggala Putra Perkasa, akhirnya berakhir dengan mengambil jalan damai.

Kedua merek yang bersengketa sejak 2013 masing-masing mencabut gugatannya.

Kuasa hukum PT Manggala Putra Perkasa (MPP) Jenkrinius Sirait mengatakan pihaknya dan  merek Prada S.A selama ini saling gugat-menggugat baik di ranah niaga dan pidana.

“Kami sudah sepakat untuk mencabut seluruh gugatan. Satu gugatan dari Prada S.A dan tiga gugatan dari kami sudah dicabut,” katanya Rabu (5/4).

Jenkrinius mengakui pihaknya telah melakukan negosiasi dengan pihak Prada S.A. di luar pengadilan. Negosiasi tersebut menghasilan perdamaian kedua belah pihak. Kendati begitu, dia tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai formula perdamaian.

“Kami belum bisa membeberkan skema perdamaian seperti apa, karena ini masih jajak perdamaian,” tuturnya.

Dihubungi terpisah, kuasa hukum Prada S.A Luxemburg dari kantor hukum Hadiputranto, Hadinoto & Partners (HHP Law Firm) belum mau memberikan komentar.

Perkara ini bermula ketika kedua perusahaan saling menggugat di Pengadilan. Prada S.A dan Prada milik MPP saling mengklaim bahwa mereka memiliki wewenang menggunakan merek Prada di Indonesia.

Dalam dalil gugatannnya, Prada S.A mengaku berwenang atas merek Prada di Indonesia.  Pihaknya mengklaim merupakan pemegang merek Prada pertama di dunia.

Seperti diketahui, Prada S.A didirikan pertama kali oleh Mario Prada pada 1913. Prada S.A telah memiliki ratusan butik di 372 toko ritel dan 27 waralaba yang tersebar di pusat perbelanjaan mewah di di seluruh dunia.

Sementara itu, MPP juga berkukuh bahwa pihaknya yang berwenang menggunakan merek Prada di Tanah Air. MPP mengklaim sebagai pemegang merek Prada yang sah di Indonesia untuk kelas barang 18 dan 25.

Hal itu ditandai dengan adanya nomor pendaftaran dari Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual No. IDM000027787, IDM000020599, IDM000207496, IDM000207495, IDM000025357, dan IDM000247223.

Namun, Pengadilan melalui ketua majelis hakim I Wayan Metra menyatakan batal pendaftaran merek Prada milik MPP dan dicoret dari daftar umum.

Prada lokal milik MPP dinilai memiliki persamaan pada pokoknya dengan Prada S.A. Persamaan tersebut salah satunya terdapat pada unsur yang membentuk kata dari susunan hurufnya.

Majelis hakim menyatakan Prada milik penggugat sebagai merek terkenal. Merek tersebut dinilai telah didaftarkan dan dipergunakan jauh sebelum merek Prada milik MPP didaftarkan melalui otoritas merek Indonesia.

Tidak terima dengan putusan tersebut, PT MPP mengajukan gugatan balik dalam ranah niaga dan gugatan baru di ranah pidana.

Perlihatkan Lebih

45 Comments

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami