LiputanOpini

Sensus Ekonomi Berujung pada Kesejahteraan Rakyat

BTN iklan

Kupang, LEI/Antara – Pemerintah akan menjadikan Sensus Ekonomi (SE) 2016 salah data untuk menentukan serta memutuskan arah kebijakan pembangunan dalam upaya menyejahterakan masyarakat. Oleh karena itu, semua pihak turut menyukseskan pelaksanaan SE 2016, termasuk Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Timur Maritje Pattiwalapia.

Meski baru 4 bulan menjabat, Maritje bertekad menyukseskan SE 2016 di wilayah kerjanya, apalagi hasil sensus ini berguna dalam peningkatan daya saing perekonomian bangsa di tengah kompetisi global.

“Hasil sensus ekonomi itu akan menjadi sumber data dalam pengambilan kebijakan pemerintah, seperti impor pangan, subsidi, pengembangan industri perekonomian dan lainnya,” katanya.

Untuk maksud tersebut, mantan Kepala Bidang Statistik dan Sosial BPS Provinsi Maluku itu mengimbau masyarakat memberikan data terkait dengan aktivitas dan hasil perekonomian secara benar dan tepat pada SE kali ini. Dengan data yang benar, akan menjawab tantangan ekonomi pada masa depan.

“Berikanlah data yang benar dan tepat kepada petugas sensus ekonomi, mulai 1 hingga 31 Mei 2016. Dengan data yang benar, akan menjawab tantangan ekonomi padai masa depan,” katanya.

Alumnus Magister Sosial Univeritas Patimura Ambon itu mengatakan bahwa SE akan mendata seluruh aktivitas ekonomi yang tersebar di 17 sektor yang ada di Indonesia, termasuk di Nusa Tenggara Timur kecuali sektor pertanian.

Tujuannya, kata Maritje, untuk mendapatkan potret utuh perekonomian bangsa sebagai landasan penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan nasional maupun regional.

Berikut pendataan seluruh sektor usaha secara menyeluruh (selain sektor pertanian) akan mampu menghasilkan gambaran lengkap tentang level dan struktur sektor ekonomi nonpertanian, berikut informasi dasar dan karakteristiknya.

Selain itu, juga akan diketahui daya saing bisnis di Indonesia serta penyediaan kebutuhan informasi usaha.

Pemetaan Potensi Ekonomi Secara umum SE 2016 memeberikan pemetaan potensi (level) ekonomi menurut wilayah, jenis, dan pelaku usaha, “benchmarking” produk domestik bruto (PDB)/produk domestik regional bruto (PDRB) ketenagakerjaan, dan lainnya.

Tersedianya “sampling frame” untuk berbagai kegiatan survei di bidang ekonomi (survei harga, produksi, distribusi, jasa dan survei khusus/ad hoc, dan sebagainya).

Terbangunnya basis data dan benchmark updating integrated business register (IBR). “Karakteristik usaha menurut skala usaha, karekteristik usaha (unik), seperti pememtaan daya saing bisnis menurut wilayah dan tinjauan prospek bisnis dan perencanaan investasi.

Saat ini apel sudah dihelat dan bersyukur kegiatan ini berlangsung sukses dengan bukti adanya respons positif dari banyak kepala daerah dan juga masifnya sosialisasi pelaksanaan SE 2016 di media massa.

BPS juga telah mengumumkan kepada publik secara sadar bahwa SE 2016 sangat penting dalam menyediakan informasi untuk pengembangan usaha dan daya saing bangsa.

“Slogan SE 2016 terasa pas dengan usaha pemerintah RI saat ini yang berkomitmen kuat untuk meingkatkan daya saing ekonomi Indonesia di dunia,” katanya.

Seperti diketahui, menurut global Competitivenes Report 2015–2016 yang dirilis World Economic Forum (WEF), peringkat daya saing ekonomi Indonesia berada di urutan ke-32 dari 140 negara. Komitmen pemerintah RI untuk meningkatkan daya saing tercermin dari dikeluarkannya beragam deregulasi di seluruh bidang dengan fokus utama terletak pada perdagangan elektronik (e-commerce), kesehatan, dan industri kreatif.

Ia mengatakan bahwa pembenahan sektor “e-commerce” dan industri kreatif oleh pemerintah RI guna meningkatkan daya saing Indonesia di dunia global tidaklah mudah. Menurut dia, perlu keberanian luar biasa untuk menggeluti sektor ekonomi dan industri kreatif agar para pelaku bisnis dapat mengatur strategi dalam mengembangkan usahanya.

Selain itu, dibutuhkan data komprehensif tentang pelaku ekonomi dan industri kreatif yang merupakan cakupan SE 2016.

Syukurlah, kata dia, masyarakat sudah banyak mengetahui tentang SE 2016 berkat publikasi media massa dan berbagai bentuk dan cara dalam menyosialisasikan program setiap 10 tahun sekali itu.

“Waktu 1 bulan ini untuk SE2016 harus dapat digunakan oleh seluruh elemen di BPS untuk giat melakukan sensus yang fokus pada 17 sektor dan semampunya yang dapat dibuat untuk menyukseskan sensus yang mulai dilaksnakan pertama kalinya pada tahun 1986,” katanya.

Pertumbuhan Ekonomi Sebelum mengetahui hasil SE 2016 di NTT, publik tampaknya perlu mengetahui keadaan ekonomi provinsi tersebut. Terkait dengan hal itu Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT telah mencatat ekonomi daerah itu pada Triwulan I 2016 secara tahun ke tahun (yoy) tumbuh 5,06 persen atau lebih tinggi dibanding periode yang sama 2015 yang mencapai 4,64 persen.

“Ekonomi NTT triwulan pertama 2016 terhadap triwulan keempat 2015 mengalami kontraksi atau minus 4,88 persen,” kata Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan NTT Naek Tigor Sinaga.

Umumnya, kata dia, pertumbuhan didukung oleh semua lapangan usaha. Bahkan, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha listrik dan gas sebesar 12,29 persen, diikuti lapangan usaha jasa kesehatan sebesar 9,05 persen, dan lapangan usaha Konstruksi 8,69 persen.

Sementara itu, dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen pembentukan modal tetap bruto yang tumbuh 9,33 persen.

Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan yang tumbuh 2,60 persen.

Demikian pula, struktur ekonomi NTT pada Triwulan I 2016 didominasi oleh tiga lapangan usaha utama, yaitu pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 29,64 persen, administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib sebesar 12,54 persen.

Berikutnya, perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 10,66 persen, sedangkan dari sisi pengeluaran didominasi oleh pengeluaran konsumsi rumah tangga, yaitu sebesar 74,71 persen. Melemahnya sisi pengeluaran, kata dia, lebih disebabkan terkontraksinya pengeluaran konsumsi pemerintah (minus 60,59 persen) dan impor barang dan jasa (minus 37,39 persen).

Struktur PDRB NTT menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku pada Triwulan I 2016 tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan, administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib serta perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor masih mendominasi perekonomian NTT.

“Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi NTT pada Triwulan I 2016, administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 0,94 persen,” katanya.

Diikuti konstruksi sebesar 0,88 persen; informasi dan komunikasi sebesar 0,69 persen; serta pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 0,52 persen.

Jadi, menurut dia, pertumbuhan ekonomi NTT pada triwulan pertama 2016 terhadap Triwulan IV 2015 diwarnai oleh faktor musiman pada lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan yang tumbuh sebesar 2,6 persen.

Penerima Manfaat Pengamat ekonomi dari Universitas Widaya Mandira (Unwira) Kupang Dr. Thomas Ola Langoday mengatakan bahwa manfaat dari SE 2016 menyentuh langsung empat komponen bangsa, yakni pelaku usaha, pemerintah, peneliti/akademisi, dan masyarakat. Empat komponen bangsa itu lebih menerima manfaat, seperti pelaku usaha mengetahui posisi, peluang, serta daya saing usaha untuk mengembagkan perusahaan dan perekonomian diri, lingkungan, daerah bahkan nasional.

Selain pelaku usaha, Dekan Fakultas Ekonomi Unwira Kupang itu juga mengatakan bahwa komponen lain yang juga yang lebih menerima manfaat adalah pemerintah, yaitu sebagai landasan perencanaan, pengambilan kebijakan, serta evaluasi kegiatan pembangunan untuk pengembangan lebih lanjut.

Komponen berikut adalah peneliti dan akademisi akan mendapatkan manfaat dari sensus ekonomi itu sebagai bahan penelitian ilmiah dan pengamatan bidang ekonomi dan aspek lain yang berkaitan dengan perkembangan sektor-sektor pembangunan ekonomi sebagai penggerak perekonomian bangsa.

Terakhir adalah masyarakat sebagai salah satu komponen penerima manfaat dari kebijakan ekonomi yang diambil oleh pemerintah.

“Jadi, sensus ekonomi dilaksanakan untuk mendapatkan informasi potret utuh perekonomian bangsa sebagai landasan penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan nasional maupun regional,” katanya.

Berikut pendataan seluruh sektor usaha secara menyeluruh (selain sektor pertanian) akan mampu menghasilkan gambaran lengkap tentang level dan struktur sektor ekonomi nonpertanian, berikut informasi dasar dan karakteristiknya. Selain itu, juga akan diketahui daya saing bisnis di Indonesia serta penyediaan kebutuhan informasi usaha.

Oleh karena itu, semua pihak perlu menyukseskan SE 2016 dengan memberikan data riil kepada petugas sensus ekonomi sehingga pemerintah tidak keliru dalam mengambil kebijakan terkait dengan peningkatan kesejahteraan rakyat.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

10 Komentar

  1. Jak to sie dzieje, ze Viagra wywoluje erekcje, podtrzymuje ja i poteguje doznania seksualne? Cena Viagry W jej skladzie znajduje sie sildenafil, czyli substancja aktywna, nalezaca do inhibitorow fosfodiesterazy typu 5. To ich skutecznosc, jako jedynych, potwierdzona jest badaniami klinicznymi. Sildenafil ulatwia doprowadzanie krwi do pracia w momencie stymulacji seksualnej (Viagra wykazuje skutecznosc tylko przy zaangazowaniu obojga partnerow).

  2. I don’t know whether it’s just me or if everyone else
    encountering problems with your blog. It appears like some
    of the text in your posts are running off the screen. Can someone else please comment and let me
    know if this is happening to them as well? This might be a issue with my internet
    browser because I’ve had this happen before.
    Many thanks

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami