HEADLINESInvestasi

Sentimen Negatif Pasar Modal Pasca Vonis Ahok

BTN iklan

Jakarta, LEI – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok secara resmi dinyatakan bersalah dalam kasus penistaan agama. Ahok, divonis hukuman penjara selama 2 tahun oleh majelis hakim.

Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) variatif dengan kecenderungan melemah menjelang penutupan sesi kedua perdagangan saham Selasa pekan ini. Sentimen eksternal dan internal pengaruhi laju IHSG.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merespons negatif putusan sidang Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam kasus penodaan agama. IHSG Sesi I ditutup melemah 3,89 poin atau 0,07 persen di level 5.703. Padahal, sebelum putusan keluar, IHSG menyentuh rekor tertingginya di level 5.730.

Melihat kondisi tersebut, Analis Oso Securities Riska Afriani menilai hal ini membuat kondisi pasar khususnya pasar modal menjadi kurang kondusif.

Ada sebanyak 233 saham melemah sehingga menekan IHSG. Sedangkan 115 saham menguat sehingga menahan pelemahan IHSG. 81 saham pun diam di tempat.

IHSG sempat sentuh level tertinggi 5.745,84, dan termasuk level tertinggi dalam intraday. Sedangkan level terendah 5.693. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 290.831 kali dengan volume perdagangan 20,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,1 triliun. Investor asing melakukan aksi beli sekitar Rp 593 miliar di pasar reguler.

”Yang kita lihat hanya sesaat saja terutama dengan adanya sidang Ahok. Kondisi market global cenderung negatif saat ini, jadi posisi IHSG yang sedang dalam tren kenaikan mencari sentimen yang bisa mematahkan hal ini, sehingga dimanfaatkan pasar untuk sedikit profit taking,” ucap Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada, Selasa (9/5).

Menurut dia, posisi IHSG yang dalam beberapa hari sebelumnya, masih dalam tren kenaikan mulai terhalangi dengan imbas pelemahan harga batu bara global dan imbas hasil keputusan sidang Ahok.

‎”Tren kenaikan sepanjang minggu lalu mulai terpatahkan. Di mana pelaku pasar memanfaatkan sentimen-sentimen tersebut, terutama sidang Ahok untuk profit taking. Jadi seolah-olah sidang Ahok yang membuat IHSG melemah. Padahal tidak demikikian. Makanya kami bilang, indeks yang turun hanya sentimen sesaat saja,” pungkas Analis Senior dari Binaartha Sekuritas Reza Priyambada.

Hal senada dikatakan Analis PT NH Korindo Securities Bima Setiaji. Ia menuturkan, pasar merespons negatif atas keputusan hakim dalam sidang Ahok. Namun efek sentimen itu hanya sementara ke pasar saham.

“Pasar respons negatif atas keputusan hakim memenjarakan Ahok 2 tahun,” kata Bima.

Selain sentimen internal, Bima menuturkan, sektor batu bara juga mendapat tekanan dari kabar perusahaan di Australia mengenai penambahan produksi yang cukup signifikan.

Ia menyatakan, tren kenaikan mulai terpatahkan dimana pelaku pasar memanfaatkan sentimen -sentimen tersebut, terutama sidang Ahok untuk profit taking. ”Jadi seolah-olah sidang Ahok yang membuat IHSG melemah. Padahal tidak demikian tapi lebih ke sentimen sesaat,” jelas dia.

IHSG BEI hari ini Rabu (10/5) dibuka 0,90 poin atau 0,02 persen menjadi 5.697,95 poin. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak menguat 0,22 poin (0,02 persen) menjadi 947,05 poin.

“Investor asing yang masih melakukan aksi beli menjadi salah satu faktor yang menopang IHSG, kondisi itu menunjukan sentimen dari dalam negeri tidak sampai mempengaruhi penilaian investor asing untuk berinvestasi di Indonesia,” kata Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Rabu.

Ia menambahkan bahwa faktor fundamental ekonomi dalam negeri yang kondusif merupakan salah satu faktor utama bagi investor dalam menempatkan dananya di dalam negeri.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close