Lifestyle

Sentuhan Lurik dan Tenun ‘Ikat Indonesia’ di Busana Muslim

BTN iklan

Jakarta (LEI) – Menyambung peragaan busana koleksinya ‘Surya’ beberapa waktu lalu, desainer Didiet Maulana dari Ikat Indonesia memberikan eksplorasi lain dalam bentuk potongan busana muslim.

Didiet memerkan koleksi anyar ini dalam gelaran Ramadhan in Style, Plaza Indonesia yang dihelat pada 21-25 Mei. Hasilnya, koleksi bertajuk Surya untuk busana Muslim atau modest menyambut Ramadan dan Lebaran 2018 itu, berhasil menyatu dengan memberi kesan ‘tabrak lari’.

Koleksi itu menampilkan ragam pola kain tenun yang bertumpuk dengan corak kain lurik. Konsep ini dikenal juga dengan nama pola di atas pola atau pattern on pattern. Didiet mengaku konsep ‘tabrak lari’ sengaja dibuat karena melihat padupadan ini tengah populer dan menjadi tren.

“Konsepnya sebenarnya tabrak lari yang banyak terinspirasi dari generasi milenial dan influencer yang sekarang pintar banget padu padan,” kata Didiet yang ditemui usai peragaan busana Ikat Indonesia, di Plaza Indonesia, Jakarta, Rabu (23/5).

Dalam peragaan itu, Didiet memperlihatkan 20 tampilan yang merupakan hasil padu-padan dari sekitar 60 potong kain atau koleksi. Didiet menuangkan konsep tabrak lari itu dengan potongan loose fit, square silhoutte, clean and sleek, contemporary, dan koleksi alas kaki.

Koleksi itu memiliki rentang warna cerah yang beragam seperti biru, merah, kuning, dan hijau. Warna yang senada menjadi kunci menyatunya motif tabrak lari dalam koleksi Didiet.

“Kesulitannya adalah memadukan antara garis-garis dan motif yang sudah terstruktur seperti pola geometris. Benang merahnya adalah dari segi warna bisa berpadu dengan warna tenun dengan lurik,” ujar Didiet.

Salah satu contoh yang menarik misalnya atasan lurik horizontal berwarna abu-abu dikombinasi dengan celana oranye muda dengan corak berwarna abu-abu. Agar menutupi aurat, Didiet menambahkan kaus kaki bermotif senada. Selain itu, di bagian kepala Didiet memakaikan koleksi hijab dari motif tenun ikat. Desainer lulusan arsitektur ini baru meluncurkan koleksi hijab itu.

Nama Surya sendiri merupakan harapan yang ingin ditampilkan Didiet dalam koleksinya. Terinspirasi dari sang surya yang memberi kehangatan.

“Saya ingin orang yang melihat maupun memakainya bisa memberikan kehangatan seperti sinar matahari kepada sekitar. Ini adalah semangat dan optimisme yang sepertinya dibutuhkan Indonesia ditengah maraknya perbedaan,” tutur Didiet. [cnn indonesia]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close