InternasionalTekno

Seorang Suami di India Dipukuli Sampai Tewas di Pemakaman Istrinya

BTN iklan

KARNATAKA (LEI) – Seorang pria tewas dipukuli kerabat dari istrinya yang telah meninggal saat pemakaman berlangsung. Insiden ini terjadi di sebuah kota yang terletak di Negara Bagian Karnataka di India Selatan.

Laporan media lokal India yang dilansir International Business Times, Rabu (28/11/2018), istri pria itu meninggal setelah membakar diri dan para kerabat menyalahkan si suami atas kematian perempuan itu.

Times of India mewartakan, perempuan bernama Kajal Tambe itu berasal dari desa Kilarhatti di Kota Vijayapura. Setelah menikah dengan suaminya, Raju Shivaji Tambe, pasangan itu pindah ke Negara Bagian Maharashtra untuk mencari pekerjaan.

Pada Minggu, 25 November, Kajal melakukan bunuh diri di rumahnya yang terletak di distrik Sindhudurg, Maharashtra. Sampai saat ini belum diketahui alasan pasti mengapa dia melakukan bunuh diri.

Pemakaman dilakukan di rumah keluarganya di Karnataka. Selama upacara pemakaman berlangsung, keluarga Kajal menyalahkan suaminya atas kejadian tersebut dan memukul Raju dengan balok kayu hingga tewas. Saudara Raju, yang diduga mencoba melerai juga ikut terluka.

Setelah kejadian itu, ayah Raju melaporkan para pelaku yang merupakan keluarga sang istri kepada polisi.

Bunuh diri memang telah menjadi salah satu penyebab utama kematian di India, khususnya perempuan yang telah menikah. Mereka biasanya dihadapkan pada tekanan dari dua masalah yang masih sering ditemukan di India, yaitu: keinginan memiliki anak laki-laki dan mahar pernikahan.

Pada September, sebuah penelitian yang dikutip dari jurnal Lancet Public Health mengungkapkan bahwa sekira dua dari lima perempuan di dunia yang melakukan bunuh diri adalah orang India. Menurut penelitian, wanita India yang meninggal karena bunuh diri adalah wanita yang sudah menikah, dan secara umum berusia di bawah 35 tahun.

Tingkat bunuh diri wanita di India adalah 15 per 100.000, yang berarti lebih dari dua kali lipat dari tingkat bunuh diri global. Terhitung pada 2016 tingkat bunuh diri wanita memiliki perbandingan tujuh per 100.000.

“Pernikahan dinilai kurang bisa melindungi perempuan dari upaya bunuh diri karena berbagai aturan dan waktu pernikahan yang terlalu dini, ditambah dengan saat-saat menjadi ibu di usia muda, status sosial yang rendah, kekerasan dalam rumah tangga, dan ketergantungan ekonomi,” kata laporan itu. (okezone)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami