HukumInternasionalLiputan

Serangan Mortir Terhadap Pasar Terkenal Tewaskan 35 Orang di suriah

BTN iklan

DAMASKUS, Suriah, 21/3 (LEI/Xinhua-OANA) – Korban jiwa bertambah jadi 35 dalam serangan roket gerilyawan terhadap satu pasar penuh pengunjung pada Selasa (20/3) di sebelah timur Ibu Kota Suriah, Damaskus.

Roket rakitan tersebut menghantam pasar Kashkoul di sebelah timur Damaskus, sehingga banyak orang lagi cedera, kata Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu pagi.

Serangan itu adalah salah satu serangan yang paling mematikan yang dilancarkan oleh gerilyawan dengan menggunakan roket di Damaskus, tempat empat orang tewas pada Selasa dalam serangan mortir di bagian lain ibu kota Suriah tersebut.

Serangan itu dilancarkan saat tentara Suriah bergerak maju jauh ke dalam kubu gerilyawan di Ghouta Timur di pinggir Damaskus.

Stasiun televisi negara mengatakan pasukan Suriah pada Selasa mencapai daerah pertanian di Daerah Ayn Tarma, kubu penting gerilyawan Failaq Ar-Rahman. Gerilyawan di sana bertanggung-jawab atas sebagian besar serangan mortir dan roket terhadap ibu kota Suriah.

Militer Suriah sudah menguasai lebih dari 80 persen Ghouta Timur, sisa ancaman terakhir buat ibu kota Suriah.

Militer Suriah pada Ahad (18/3) merebut Kota Kecil Saqba di Ghouta Timur, dan warga sipil mulai segera kembali ke rumah mereka.

Tentara Suriah menyebar di daerah tersebut dan warga sipil yang masih berada di daerah itu menyambut prajurit militer pemerintah.

Warga sipil yang telah mengungsi dari Saqba beberapa jam sebelum pembebasan kota kecil tersebut, pun segera mulai kembali ke rumah mereka di sana sebelum mereka bahkan sampai ke tempat penampungan di luar Ghouta Timur.

Seorang komandan lapangan di militer Suriah mengatakan banyak gerilyawan di Saqba telah menyerahkan diri, sementara yang lain menyelamatkan diri sebelum kedatangan pasukan militer Suriah.

Ghouta Timur, wilayah pertanian seluas 105 kilometer persegi yang terdiri atas beberapa kota kecil dan lahan pertanian, menimbulkan ancaman terakhir buat ibu kota Suriah karena kedekatannya dengan permukiman yang dikuasai pemerintah di sebelah timur Damaskus dan serangan mortir yang berlangsung dan ditujukan ke daerah permukiman di ibu kota Suriah.

Empat kelompok utama gerilyawan saat ini berada di dalam Ghouta Timur, yaitu Tentara Islam, Failaq Ar-Rahman, Ahrar Ash-Sham, dan Komite Pembebasan Levant –yang dikenal dengan nama Front An-Nusra, yang memiliki hubungan dengan Al-Qaida.

Lembaga kemanusiaan PBB telah menyuarakan kekhawatiran mengenai situasi kemanusiaan yang memburuk buat 400.000 orang di wilayah tersebut, tempat para pegiat mengatakan sebanyak 1.000 orang telah tewas sejak akhir Februari akibat pemboman sengit dan operasi militer. [antara]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

3 Comments

  1. Fine way of describing, and pleasant article to get data on the topic of my presentation subject matter, which i am going to deliver
    in institution of higher education.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close