Internasional

Serangan Mortir yang Meningkat , Mengakibatkan 8 Orang Tewas di Daamaskus

BTN iklan

Damaskus, Suriah, (Lei) – Delapan orang tewas pada Senin (20/11) oleh pemboman mortir yang meningkat oleh gerilyawan ke daerah permukiman di Ibu Kota Suriah, Damaskus, kata kantor berita resmi Suriah, SANA.

Peluru mortir menghantam bebrapa permukiman di Damaskus, kebanyakan yang berada di bagian utara dan timur kota tersebut.

SANA menyatakan dua anggota tim judo nasional termasuk di antara orang yang tewas, saat satu bom mortir menghantam Kota Olah Raga Al-Fayha di Damaskus Utara.

Kebanyakan orang yang cedera dibawa ke Rumah Sakit Mujtahid atau Prancis di Damaskus.

Beberapa sumber mengatakan kepada Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa siang– Rumah Sakit Prancis dipenuhi orang yang cedera saat sebagian besar ruang operasi sibuk.

Serangan mortir tersebut terjadi saat militer Suriah dan gerilyawan terlibat pertempuran selama berhari-hari di Daerah Harasta di bagian timur-laut Damaskus setelah gerilyawan berusaha menyerang satu pangkalan militer di dekat daerah itu.

Suara pesawat tempur Suriah terdengar jelas selama beberapa hari bekalangan, dan banyak pegiat mengatakan pesawat tersebut menyerang posisi gerilyawan di Harasta dan daerah yang dikuasai gerilyawan di dekatnya.

Pada Sabtu (11/11) Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump menyepakati perlunya penyelesaian politik bagi perang di Suriah tanpa keterlibatan militer, demikian keterangan tertulis dari Kremlin.

Gedung Putih belum mengkonfirmasi pernyataan bersama kedua presiden tersebut atau pembicaraan di antara kedua tokoh itu di sela-sela pertemuan puncak Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di kota Danang, Vietnam.

Kremlin menyatakan pernyataan bersama mengenai Suriah tersebut adalah hasil koordinasi Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson.

Pada saat IS semakin terdesak di Suriah, perhatian dunia kini tertuju pada perang lebih luas antara kelompok Presiden Bashar al- Assad dan gerilyawan.

Dalam kesempatan terpisah, Putin dan Trump juga sepakat mengenai perlunya upaya bersama dalam memerangi sisa kekuatan IS di Timur Tengah, kata Kremlin.

Kedua kepala negara itu mengakui kedaulatan Suriah, kemerdekaan, keutuhan wilayah, dan mendesak semua pihak yang terlibat dalam konflik di Suriah untuk terlibat aktif dalam proses politik di Jenewa, kata Kremlin. (Antara/Xinhua-OANA)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami