Finansial

Serap Anggaran Semaksimal Mungkin, Anggaran Sekretariat DPRD DKI Bengkak jadi Rp 346 Miliar

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Kali ini pemerintah DKI Jakarta, benar-benar menerapkan penyerapan anggaran semaksimal mungkin.

Dalam situs apbd.jakarta.go.id pada Senin (20/11/2017), anggaran Sekretariat Dewan hanya sebesar Rp 126 miliar pada Rencana Kegiatan Pemerintah Daerah (RKPD) 2018. Setelah dibahas dengan DPRD DKI Jakarta, anggarannya menjadi Rp 346 miliar. Artinya, terdapat penebalan anggaran hingga lebih dari 100 persen .

Jumlah kegiatannya pun bertambah dari 83 kegiatan menjadi 85 kegiatan. Saat dilihat satu per satu, tambahan kegiatannya adalah anggaran “Pembuatan Buku Profil Pimpinan dan Anggota Dewan” sebesar Rp 218 juta dan anggaran “Penunjang Kehadiran Rapat bagi pimpinan dan Anggota DPRD” sebesar Rp 16 miliar.

Selain dua tambahan kegiatan baru, kegiatan lainnya mengalami penambahan-penambahan anggaran.

Anggaran ini masih dalam bentuk RAPBD DKI 2018. Masih ada tahap pembahasan dengan DPRD DKI terlebih dahulu untuk memastikan anggaran ini masuk dalam APBD 2018. Pekan ini, rencananya DPRD DKI akan memulai pembahasan RAPBD itu. Total RAPBD DKI 2018 sebesar Rp 77,1 triliun.

Tim Gubernur DKI Naik 12 Kali Lipat

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan segera membentuk Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP). Anggaran bagi TGUPP pada Rancangan APBD 2018 sebesar Rp 28,99 miliar, naik 12 kali lipat dari yang sebelumnya hanya Rp 2,35 miliar.

“Ya benar (naik jadi Rp 28,99 miliar),” kata Sekda DKI Saefullah di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (20/11/2017). TGUPP yang nantinya akan membantu kinerja dari gubernur ini belum terbentuk. Saefullah mengatakan pembahasan mengenai tim tersebut belum final.

“Belum final, belum final,” tegasnya.

TGUPP merupakan tim yang terdiri dari pejabat dan pegawai eselon II, III, dan IV untui membantu kerja gubernur. Pada era mantan Gubernur Djarot Saiful Hidayat, beberapa nama pejabat lama muncul kembali menjadi timnya.

Wajah-wajah lama itu di antaranya mantan Kepala Dinas Pendidikan DKI Taufik Yudi Mulyanto, mantan Kepala Inspektorat DKI Lasro Marbun, serta mantan Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Ika Lestari Aji. Mereka dulu dicopot oleh Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama dari jabatannya dan dikukuhkan menjadi anggota TGUPP pada masa Djarot.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami