Hukum

Setnov Segera Sandang Status Narapidana

15 tahun penjara menanti

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Setya Novanto segera berstatus narapidana setelah memastikan tidak mengajukan banding atas putusan hakim Pengadilan Tipikor Jakarta yang menghukumnya 15 tahun penjara dalam kasus korupsi e-KTP.

“KPK sudah mendapatkan informasi bahwa pihak SN (Setya Novanto) menerima putusan hakim,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Begitu pula dengan KPK. Lembaga superbodi itu juga menyatakan tidak mengajukan banding terhadap putusan yang dibacakan pada Selasa (24/4) lalu itu. Dengan demikian, putusan terhadap mantan ketua DPR itu hampir pasti segera berkekuatan hukum tetap (inkracht) lantaran batas waktu selama sepekan untuk pengajuan banding sudah berakhir kemarin.

“Sebagian besar tuntutan KPK dipenuhi dan terbukti, maka kami putuskan menerima putusan PN,” tegas Febri.

Seiring tidak adanya pihak yang mengajukan banding, KPK ingin mempertegas bahwa semua sangkalan dan bantahan Setnov di persidangan tidak relevan. Sebab, dalam putusan itu hakim secara terang mendalilkan bahwa suami Deisti Astriani Tagor tersebut menerima uang USD 7,3 juta melalui Irvanto dan Made Oka Masagung. “Hal ini sekaligus sepatutnya dipahami dan jadi bukti konkrit bagi semua pihak,” ujarnya.

Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif menambahkan, tidak ada alasan bagi jaksa penuntut umum melakukan banding atas putusan perkara kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) itu. Sebab, vonis 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta serta uang pengganti USD 7,3 juta dikurangi Rp 5 miliar sudah melebihi 2/3 tuntutan jaksa. “Kami menuntut 16 tahun, diputus 15 tahun dan semua yang lain-lain itu dikabulkan oleh majelis hakim,” tuturnya.

Penasehat hukum Setnov, Maqdir Ismail, menyatakan sampai hari terakhir kemarin kliennya memang belum memutuskan untuk banding. Dengan demikian, sebagai penasehat hukum, pihaknya juga tidak mengajukan banding sampai akhir batas waktu yang ditentukan. “Kalau tidak banding, kan bisa dibiarkan saja waktu berlalu (tanpa harus memberitahu tidak banding),” ungkapnya.

Penasehat hukum Setnov lain, Firman Wijaya menambahkan, pihaknya sebenarnya sudah menerima salinan putusan hakim sebagai langkah menyusun memori banding. Hanya, senada dengan Maqdir, Firman pun menyatakan belum ada keputusan akan mengajukan banding sampai kemarin. “Saya masih di Malang,” tuturnya.

Begitu pula dengan Setnov, mantan ketua umum Partai Golkar itu menyatakan tidak akan mengajukan banding dan telah menerima putusan hakim. “Katanya nggak (banding),” ujar orang dekat Setnov. [jpnn]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

42 Comments

  1. Attractive component to content. I simply stumbled upon your website and in accession capital
    to claim that I get actually loved account your weblog posts.

    Anyway I’ll be subscribing in your feeds and even I fulfillment you get right of entry
    to persistently quickly.

  2. Do you have a spam issue on this blog; I also
    am a blogger, and I was curious about your situation; many of us have developed some nice procedures and we are looking to exchange methods with
    others, please shoot me an e-mail if interested.

  3. Hi I am so excited I found your site, I really found you by accident, while
    I was looking on Aol for something else, Nonetheless I
    am here now and would just like to say many thanks for a marvelous post and
    a all round entertaining blog (I also love
    the theme/design), I don’t have time to look over it all at the moment but I have saved it and also included
    your RSS feeds, so when I have time I will be
    back to read a lot more, Please do keep up the superb work.

  4. great post, very informative. I’m wondering why the other experts of this sector don’t understand this.
    You must continue your writing. I’m confident, you have a great readers’ base already!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami