Hukum

Setya Novanto Akhirnya Pakai Rompi Oranye

BTN iklan

Jakarta, LEI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memindahkan tersangka Setya Novanto ke sel Rumah Tahanan (Rutan) dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta pada Minggu malam (19/11/2017).

Pemindahan tersangka kasus korupsi e-KTP tersebut ke sel tahanan terkonfirmasi setelah KPK membawa Novanto dari RSCM pada Minggu malam. Setibanya di KPK, ketua umum Partai Golkar itu sudah mengenakan rompi tahanan.

Novanto keluar mobil menggunakan rombi oranye. Kemudian didudukan di atas kursi roda dan dibawa ke dalam gedung KPK. Dia tidak memberikan pernyataan apapun kepada para awak media yang sudah menunggunya.

Novanto dibawa ke gedung KPK di bawah pengawalan ketat petugas lembaga atirasuah dan juga aparat kepolisian. Kuasa hukum Novanto, Frederich Yunadi turut mendampingi kliennya.

KPK memindahkan Novanto ke sel tahanan setelah tim dokter dari RSCM menyatakan bahwa yang bersangkutan tidak perlu lagi menjalani rawat inap karena kondisinya sudah membaik setelah mengalami kecelakaan lalu lintas.

Mobil Toyota Fortuner hitam bernomor polisi B 1732 ZLQ yang ditumpangi Novanto dan dikemudian wartawan Metrotv bernama Hilman, menabrak tiang listrik di daerah Permata Hijau, Jakarta Selatan (Jaksel).

“Hingga akhirnya pada hari Minggu ini, tim dokter di RSCM menyatakan yang bersangkutan tidak ada indikasi lagi untuk dirawat inap,” kata Direktur Utama (Dirut) RSCM, Soejono dalam konferensi pers di RSCM Jakarta malam ini bersama KPK dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Sekretaris Jenderal IDI, Adib Humaedi, menyampaikan, bahwa pihaknya telah memberikan second opinion atas kondisi kesehatan Setya Novanto setelah menerima permintaan dari KPK.

Menurut Adib, pihaknya mendapat permintaan dari KPK pada hari Jumat (17/11). IDI langsung membentuk tim untuk melakukan pemeriksaan dan memberikan second opinion.

“Sejak hari Jumat itu pula kami langsung berkoordinasi dengan tim dari KPK. Kami juga membentuk tim untuk pakar sepesialis yang terkait dengan laporan temuan dari tim RSCM yang kemudian kita melakukan proses pemeriksaan sebagai second opinion,” katanya.

Adib menambahkan, “Kami langsung melaporkan kepada KPK pada hari ini dan tentunya semua hasil itu hanya kami serahkan kepada KPK,” katanya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami