BTN ads
HEADLINESHukumNasional

Setya Novanto Bersalah Melakukan Tindak Pidana Korupsi Divonis 15 Tahun

Setnov Juga Dilarang Menduduki Jabatan Publik Selama 5 Tahun

JAKARTA, LEI – Akhirnya hakim memutuskan bahwa Setya Novanto bersalah dan dijatuhi hukuman 15 tahun dan denda 500 juta rupiah subsider 3 bulan. Membayar ganti rugi sebesar USD 7,4 miliar dikurangi pengembalian uang Rp 5 miliar yang telah diterima KPK. Setnov juga dilarang menduduki jabatan publik selama 5 tahun.

Setya Novanto tiba di Pengadilan Tipikor pukul 09.05 WIB untuk menjalani sidang vonis. Tak ada senyum terkembang dari wajah mantan ketua DPR itu.

Hakim mengatakan bahwa Novanto telah memenuhi beberapa unsur melanggar tindak pidana khusus korupsi. Majelis hakim kembali membeberkan fakta-fakta persidangan Setya Novanto dalam perkara korupsi proyek e-KTP. Mulai dari proses penganggaran hingga realisasi aliran duit yang terungkap di sidang disebut hakim.

Hakim menyampaikan tuntutan jaksa sebelumnya yaitu hukuman pidana penjara selama 16 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Selain itu, pleidoi Novanto pun disinggung yang intinya meminta dibebaskan dari semua dakwaan jaksa.

Kemudian hakim membacakan fakta persidangan terkait saksi siapa saja yang telah diperiksa disidang. Selain itu, para ahli serta saksi a de charge atau saksi meringankan juga dijabarkan satu per satu. Lalu, hakim menerangkan dari fakta persidangan bagaimana proyek e-KTP itu berujung korupsi.

Ditambahakan juga bahwa  konsorsium PNRI sebagai pemenang proyek mendapatkan perlakuan istimewa dari awal. Padahal, menurut hakim, ada pekerjaan proyek e-KTP yang belum selesai.

Sebelumnya Novanto dituntut hukuman pidana penjara selama 16 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Tak hanya itu, Novanto diminta membayar uang pengganti sekitar USD 7,4 miliar dikurangi pengembalian uang Rp 5 miliar yang telah diterima KPK serta dicabut hak politiknya selama 5 tahun.

Majelis hakim menyatakan Setya Novanto juga menerima jam tangan merk Richard Mille dari pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong. Jam mewah ini diberikan sebagai imbalan karena jasa Novanto memperlancar pembahasan anggaran proyek pengadaan e-KTP.

 

 

 

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close