Hukum

Setya Novanto Kaget Nama SBY Muncul di Sidang e-KTP

BTN iklan

Jakarta, LEI – Mantan Ketua DPR RI, terdakwa Setya Novanto, mengaku kaget nama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) muncul dalam sidang kasus korupsi e-KTP di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

“Iya saya baru dengar kemarin, cukup kaget juga,” kata Novanto sebelum menjalani sidang perkara korupsi e-KTP di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (29/1).

Namun demikian, mantan ketua umum Partai Golkar ini tidak mau ikut campur soal munculnya nama SBY, termasuk hubungannya dengan justice collaborator (JC) yang diajukannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Wah, saya enggak ikut campur, itu urusan pak Mirwan dengan pak SBY itu,” katanya.

Novanto mengungkapkan, saat bersaksi di persidangan, Mirwan Amir selaku mantan Ketua Banggar DPR sempat menyebut nama SBY. “Ya waktu itu, kan pak Mirwan sebagai wakil ketua di Partai Demokrat, mungkin pak Mirwan lebih tahu daripada saya,” katanya.

Sedangkan soal saksi mantan Mendagri Gamawan Fauzi dan mantan Sekjen Kemendagri Diah Anggraini apakah tetap bersikukuh tidak pernah bertemu dengan Diah, Novanto mengakui ada pertemuan tersebut.

“Nanti di sidang dilihat ya, kalau di (Hotel) Gran Melia memang bertemu, nanti dilihat perkembangan sidangnnya. Ya saya kan ada acara lain saat itu, gak ada hal apa-apa,” ujarnya.

Sebelumnya seperti dilansir Antara, Mirwan Amir mengaku sempat menyarankan kepada Ketua Pembina Partai Demokrat saat itu Susilo Bambang Yudhyono untuk menghentikan proyek e-KTP.

“Saya sempat menyampaikan ke Pak SBY agar e-KTP tidak diteruskan, di Cikeas,” kata Mirwan Amir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis.

Mirwan bersaksi untuk Setya Novanto yang menjadi terdakwa dalam kasus dugaan tipikor pengadan KTP-e yang merugikan keuangan negara senilai Rp 2,3 triliun.

“Tanggaapannya dari Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) bahwa ini kita untuk menuju pilkada jadi proyek ini diteruskan,” ungkap Mirwan.

Dalam perkara ini, Novanto diduga menerima 7,3 juta dolar AS dan jam tangan Richard Mille senilai 135 ribu dolar AS dari proyek KTP-E. Setya Novanto menerima uang tersebut melalui mantan direktur PT Murakabi sekaligus keponakannya Irvanto Hendra Pambudi Cahyo maupun rekan Setnov dan juga pemilik OEM Investmen Pte.LTd dan Delta Energy Pte.Lte yang berada di Singapura Made Oka Masagung.

Sedangkan jam tangan diterima Novanto dari pengusaha Andi Agustinus dan direktur PT Biomorf Lone Indonesia Johannes Marliem sebagai bagian dari kompensasi karena Setnov telah membantu memperlancar proses penganggaran. Total kerugian negara akibat proyek tersebut mencapai Rp2,3 triliun.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami