Hukum

Sidang E-KTP, Novanto dan Anas Kompak Bantah Terima Duit

BTN iklan

Jakarta, LEI – Mantan Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto dan mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat Anas Urbaningrum kompak membantah menerima uang pelicin menggolkan proyek e-KTP di DPR.

Keduanya menyampapikan bantahan saat dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Irman dan Sugiharto dalam perkara korupsi e-KTP di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (6/4/2017).

“Tidak pernah Yang Mulia,” kata Novanto menjawab pertanyaan Ketua Majelis Hakim John Halasan Butarbutar. Selain itu, Novanto juga membantah bahwa fraksinya yang mengawal penggolan anggaran proyek e-KTP.

Anas yang duduk di samping Novanto bahkan mengaku yakin tidak menerima duit terkait e-KTP. “Tidak (terima sesuatu terkait e-KTP). Tidak (terima uang), yakin,” ujar Anas.

Anas menyebut pernyataan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, yang menyebutnya menerima uang bukanlah fakta.
“Itu buka fakta, itu keterangan fitnah saya kira, itu fiksi dan fitnah.”

Anas juga mengaku tidak mengetahui soal pembahasan anggaran e-KTP, karena menjadi anggota Komisi X DPR. Sedangkan e-KTP dibahas di Komisi II DPR RI selaku mitar dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Saya waktu itu anggota Komisi X, kalau e-KTP Komsi II. Saya jadi ketua fraksi [Partai Demokrat] Oktober 2009. Kemudian saya mundur anggota DPR, Juni 2010 setelah terpilih jadi ketua umum Partai Demokrat,” kata Anas.

Dalam surat dakwaan jaksa penuntut umum KPK terhadap Irman dan Sugiharta, disebutkan bahwa Setya Novanto bersama-sama Irman dan Sugiharto serta pihak lainnya melakukan perbuatan melawan hukum untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi. Sedangkan Anas, disebut sebagai pihak yang diperkaya atau menerima aliran uang e-KTP sejumlah US$ 5,5 juta.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami