HEADLINESHukum

Sidang Lanjutan PT ANTAVAYA Tbk Penggugat Ajukan Saksi Ahli

BTN iklan

JAKARTA, LEI – Sidang lanjutan gugatan Dr. Lenny Nadriana terhadap PT.AntaVaya Tour kali ini menghadirkan Saksi Ahli Dr. Wahyu Nugroho, pakar perlindungan konsumen dari Universitas Sahid Jakarta. Sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Barat ini berlangsung Selasa 2/10/14 dan dipimpin Hakim Ketua Masrizal SH.

Gugatan bermula ketika Dr. Nadriana menggunakan jasa tur ke Eropa selama tiga minggu, namun kurang mendapatkan kenyamanan dan layanan selama mengikuti program-program wisata yang ditawarkan. Misalnya informasi tentang barang-barang yang kena pajak dan jumlahnya sehingga tidak membingungkan peserta tur. Kelalaian PT.AntaVaya, sebagai penyedia jasa turmerugikan konsumen  dalam arti nilai yang dibayarkan tidak seimbang dengan pelayanan,  fasilitas dan informasi yang jelas oleh penyelenggara usaha.

Pengguna dirugikan satu milyar ditambah dengan biaya ditimbulkan karena proses hubungan antara konsumen dan pihak trevel, sehingga pihak konsumen dirugikan puluhan juta saat melakukan klaim tax refund tak dapat di proses dan banyak barang di koper saat di airport Heathrow London ditinggal, karena harus membayar pajak yang cukup tinggi.

Atas kelalaiannya, pihak AntaVaya enggan meminta maaf, sehingga pihak pengguna jasa melayangkan gugatan.Menurut Dr. Nadriana, gugatan yang dilayangkan bukan soal nilai uang, tetapi soal kesalahan sekecil apapun yang yang dilakukan oleh penyelenggara tidak diakui atau tidak mau menyadari. jadi harus lewat pengadilan yang dapat memaksanya. Siapa yang benar sesungguhnya,” ujarnya “Ini masalah Undang-undang perlindungan konsumen” imbuhnya.

Pada sidang acara pemeriksaan saksi fakta, saksi Ibu Erni mengungkapkan kekecewaan atas informasi dari Pemandu  Tur yang profesional sesuai biaya dan harga yang dibayar seharusnya memberikan pelayanan yang nyaman dan memuaskan.

Dalam sidang lanjutan ini, saksi ahli Dr. Wahyu Nugroho menjelaskan bentuk bentuk  pelanggaran yang terjadi dalam hubungan antara pelaku usaha dengan  konsumen, hak dan kuwajiban antar pihak, seperti hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa;b.hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan.

“Konsumen berhak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang atau jasa” ungkap Dr. Nugroho. Ketika menanggapi pertanyaan tentang antrian panjang di sebuah bandara, sebenarnya masih dikendalikan oleh penyelenggara usaha, karena penyelenggara usaha karena keadaan seperti ini bisa diantisipasi sebelumnya, kecualikejadian atau keadaan yang terjadi diluar kuasa dari para pihak yang bersangkutan.

Pihak penggugat menyayangkan bahwa PT.AntaVaya Tour seharusnya memberikan pelayanan prima karena perusahaan ini tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 18 Januari 2002 dengan kegiatan usaha meliputi jasa pelayanan dalam bidang pariwisata, pengurusan dokumen perjalanan, penyelenggaraan perjalanan insentif, serta jasa penyelenggaraan konferensi, pameran, dan lain-lain (RW)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami