BTN iklan
Hukum

Sidang Perkara Korupsi Dana Pensiun Pertamina akan Tetap Terus Lanjut

JAKARTA, (LEI) – Jaksa Agung H.M. Prasetyo menyatakan hakim Pengadilan Tipikor pemikirannya sama dengan kejaksaan sehingga persidangan Direktur Ortus Holdings Edward Seky Soeryadjaya perkara dugaan korupsi dana pensiun PT Pertamina sebesar Rp599,4 miliar jalan terus setelah eksepsinya ditolak.

“Ya, bagus, alhamdulillah (eksepsinya Edward), berarti hakim tipikor sama pemikirannya dengan kejaksaan. Tidak ada sesuatu yang menghalangi proses hukum Edward Soeryadjaya itu, tidak ada alasan sedikit pun untuk menghentikan penyidikan atau penuntutannya. Kita jalankan,” katanya di Jakarta, Jumat.

Seperti diketahui, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengabulkan gugatan praperadilan yang diajukan oleh Edward Seky Soeryadjaya terkait dengan penetapan dirinya sebagai tersangka dugaan korupsi dana pensiun PT Pertamina (Persero) sebesar Rp599,4 miliar.

Menanggapi LSM Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) yang akan mempraperadilankan kejaksaan terkait dengan belum ditahannya tersangka dugaan korupsi pengelolaan dana pensiun PT Pertamina (Persero) pada tahun 2013 s.d. 2015 Betty Halim, Prasetyo menyatakan upaya paksa penahanan tidak sesuatu yang harus.

“Yang namanya dapat itu bisa iya, bisa tidak, jadinya semuanya ini tergantung pada kebutuhan dan persoalan hukum untuk menahan seseorang. ‘Kan ada pertimbangan objektif dan subjektif,” katanya.

Objektif itu, kata dia, misalnya ancaman pidananya lebih dari 5 tahun, subjektifnya penyidik merasa perlu melakukan penahanan karena khawatir melarikan diri, mengulangi perbuatan, menghilangkan barang bukti, atau memengaruhi saksi-saksi. Hal ini sekarang masih didalami terus.

“Jadi, ditahan, tidak ditahan, saya pikir, ya, apakah ini merupakan bagian objek praperadilannya ini harus dikaji lagi. Ini baru pertama kali menghadapi gugatan praperadilan karena tidak ditahan,” katanya.

Kendati demikian, pihaknya sudah menyiapkan tim untuk menghadapi gugatan itu. “Kalau ada yang mengajukan praperadilan, kami siap. Itu sudah menjadi kewajiban kami untuk memberikan respons,” katanya.

Koordinator LSM MAKI Boyamin Saiman menyatakan bahwa dasar tuntutan praperadilan itu agar segera ditahannya Betty Halim itu karena dua tersangka lainnya Helmi Kamal Lubis mantan Presdir Dapen PT Pertamina (Persero) dan Edward Sky Soeryadjaya (Direktur Ortus Holding Ltd.) sudah ditahan.

“Desakan itu tujuan utamanya adalah agar demi cepatnya penanganan korupsi demi mengembalikan kerugian negara. Tersangka dikhawatirkan melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan memengaruhi saksi,” katanya.

Edward Seky Soeryadjaya selaku Direktur Ortus Holding Ltd. telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan dana pensiun PT Pertamina (Persero) senilai Rp1,4 triliun di PT Sugih Energy Tbk. (SUGI). Pasalnya, Edward diduga ikut menikmati keuntungan yang diperoleh dari pembelian saham SUGI. Dia dikenai Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) KUHP.

Tersangka yang lain, yakni mantan Presiden Direktur Dana Pensiun PT Pertamina (Persero) 2013 s.d. 2015 Muhammad Helmi Kamal Lubis sudah divonis 7 tahun penjara serta denda Rp600 juta subsidier 3 bulan kurungan.

Mantan Presdir Dana Pensiun Pertamina itu terbukti melanggar Pasal 2 Ayat (1), Pasal 3, Pasal 11, Pasal 12 Huruf a, Pasal 12 Huruf b, Pasal 12 B, jo. Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI No. 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. [Antara]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close