Hukum

Sidang Praperadilan Jilid 2 Setnov ditunda, Bangku KPK Kosong

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Sidang praperadilan Setya Novanto yang semula dijadwalkan pada pukul 09.00 tadi, ditunda hingga Kamis, 7 Desember 2017 nanti.

Hakim Ketua sempat memerintahkan petugas untuk mencari pihak KPK, barangkali ada di sekitar gedung, namun tidak nampak. Hingga akhirnya Hakim Ketua itu membacakan surat permohonan ditundanya sidang praperadilan. Pemohon tersebut adalah pihak KPK.

Padahal kuasa hukum Setya Novanto sudah hadir, walaupun terlambat sekitar 1 jam. Pihak Setya Novanto merasa keberatan karena pemohon KPK terlalu mengada-ada. Dan terkesan tidak ada kesiapan.

Seperti diketahui, Novanto mengajukan gugatan praperadilan pada 15 November 2017 lalu, pasca ditetapkan kembali menjadi tersangka di kasus e-KTP.

Praperadilan ini merupakan kali kedua untuk Novanto. Novanto pernah berhadapan dengan KPK di praperadilan sebelumnya. Di praperadilan sebelumnya, ia lolos dari status tersangka.

KPK kemudian menetapkan Novanto menjadi tersangka di kasus yang sama lagi. Novanto menggugat lagi penetapan tersangka tersebut dengan praperadilan.

Dalam kasus e-KTP, KPK menduga Novanto bersama sejumlah pihak menguntungkan diri sendiri, orang lain, atau korporasi.

Adapun sejumlah pihak itu antara lain Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo, pengusaha Andi Agustinus atau Andi Narogong, dua mantan Pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto.

Novanto juga diduga menyalahgunakan kewenangan dan jabatan saat menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar. Bersama sejumlah pihak tersebut, Novanto diduga ikut mengakibatkan kerugian negara Rp 2,3 triliun, dari nilai paket Rp 5,9 triliun.

Novanto disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat 1 Subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami