Liputan

Silaturahmi Bubble Tea dengan Generasi Masa Kini

Legal Era Indonesia mendapat kunjungan dari Taipe Economic and Trade Office in Indonesia (TETO) yang dipimpin oleh Mr. Chia-Chi Kang dikawasan Hajinawi Jakarta Selatan. Kunjungan ini dimaksutkan untuk menjalin kerja sama LEI dengan devisi Informasi press TETO (1/11/2019). Rombongan ini diterima oleh Dr. Laksanto Utomo dengan jajaran redaksi Legal Era Indonesia.

BTN iklan

Mr. Kang mengatakan bahwa salah satu kerjasama TETO dengan pemerintah Indonesia dalah bidang bisnis di  Karawang yang dilakukan dengan pihak Kementan Indonesia dan Badan Taiwan Technical Mission Indonesia (TTMI). Misi teknis ini juga bekerjasama dengan Fakultas Pertanian Universitas Hasanudin, Makasar, Sulawesi Selatan. Kerjasama ini sesuai dari visi negara demokrasi Taiwan  menjadi penting karena pemerintah Taiwan ingin membangun diplomasi yang erat degan Indonesia dan negara-negara tetangga Asia sesuai dengan visi pemerintah Taiwan menuju Kebijakan Baru ke Arah Selatan (New Southbound Policy). Selain itu Mr. Kang menggambarkan tentang pengelolaan sampah di Taiwan dengan penyadaran akan dampak buruk sampah sejak masa anak-anak. Misalnya menglaksifikasi sampah, mendaur ulang sampah yang disesuaikan dengan sesuai jadwal. Semisal hari senin mendaur ulang kertas, selasa mendaur ulang plastik, rabu mendaur ulang kaleng bekas dan lain sebagainya. Perilaku ini dikaitkan dengan pendidikan di sekolah maupun dirumah, sehingga kesadaran akan lingkungam menjadi kebiasaan dalam lingkungan. Menanggapi hal ini Dr. Laksanto Utomo mengatakan, “Kebiasan mengelola sampah memang harus diajarkan sejak dini sehingga, menjadikan perilaku dan sikap sehari-hari.” Selanjutnya, Dr. Laksanto Utomo menggambarkan bahwa gerakan pengelolaan sampah di indonesia masih bersifat sporadis dan belum terintegrasi secara nasional. “Ini perlu regulasi dan ketaatan akan pentingnya kepedulian dengan lingkungan” ujar Dr. Laksanto Utomo.

Sementara itu Dr. Lenny Nadriana mengatakan bahwa “Tidak banyak orang mengenal Taiwan sebagai negara republik, mereka tahunya Taiwan adalah bagian dari Republik Rakyat Cina, padahal berbeda negara.Direktur bagian Pers Informasi TETO Kang Chia-Chi menyebutkan, Taiwan tidak pernah dijajah oleh RRC. Taiwan merupakan negara yang berdaulat dan berdiri sendiri, bukan bagian dari Cina.

Generasi muda sekarang jarang mengenal taiwan walaupun mereka tergila-gila terhadap buble tea Taiwan. Anak-anak muda rela antri untuk mendapatkan minuman favorit dari taiwan, padahal Taiwan tidak hanya buble tea saja. Akan tetapi masih banyak makanan dan minuman yang beragsm di kota ini.

Dr. Nadriana menyarankan pengenalan Taiwan melalui makanan dan minuman yang menjadi trand anak muda di zaman sekarang.

Di Taiwan juga terdapat wisata yang tidak kalah menarik dengan Wisata yang ada di Eropa. Wisata alam dan wisata bangunan di Taiwan memang sangat memukau. Sehingga Wisatawan maupun Investor dapat menanamkan saham di negara ini.

Pertemuan ini dilanjutkan dengan meninjau kinerja Cowork Space yang dilengkapi dengan discussion class , dan Cafe yang dirancang sesuai dengan selera anak muda yang kekinian. Mengenalkan Taiwan digenerasi muda sebaiknya dengan silaturahmi Taiwanese buble tea” sambung Dr. Nadriana

Pihak TETO menginformasikan bahwa warga negara Indonesia yang berada di Taiwan lebih dari 260 ribu orang menjadi  buruh migran dan jumlah mahasiswa lebih dari 10 ribu orang. Jumlah Penduduk pribumi Taiwan berkisar 560.000 jiwa dan meliputi 2,4% dari populasi di negara tersebut. Perkembangan ekonomi dan kemajuan teknologi Taiwan menarik untuk investasi dari negara Indonesia ke negara Taiwan begitu juga sebaliknya. (Yonathan dan RW).

Kunjungan dari Taipei Economic and Trade Office in Indonesia

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami