Ekonomi

Sinar Mas Persilakan Programnya Diadopsi untuk Dukung Ekonomi Umat

BTN iklan

Jakarta, LEI – Sinergi lintas pihak menjadi kata kunci dalam menggerakkan amanat Kongres Ekonomi Umat yang berupaya mendorong tercapainya pemerataan ekonomi sekaligus mengurangi kesenjangan sosial di Indonesia.

“Selain menyerap hal baru seputar peran sektor privat mendorong ekonomi kerakyatan, Sinar Mas juga berkesempatan membagi pengalaman melalui sejumlah program yang sudah lebih dulu berjalan,” kata Managing Director Sinar Mas, Saleh Husin dalam keterangan tertulis, Jumat (22/12/2017).

Penerapan sejumlah program tersebut, lanjut Saleh dalam sosialisasi program Kemitraan Ekonomi Umat sebagai Wujud Realisasi Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dalam rangka Arus Baru Ekonomi Indonesia yang digelar Kementerian Koordinator Perekonomian, dilatarbelakangi aktivitas sejumlah pilar usahanya di pelosok nusantara yang berhasil memunculkan pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Pilar bisnis Sinar Mas yang terlibat antara lain Asia Pulp & Paper Sinar Mas, Asuransi Sinar Mas dan Berau Coal. “APP Sinar Mas misalnya, tahun 2015 meluncurkan program Desa Makmur Peduli Api,” katanya.

Program ini berawal dari mitigasi kebakaran serta perambahan hutan dan lahan di sekitar konsesi perusahaan. Dalam perkembangannya, peranan DMPA semakin menyeluruh, melalui penguatan kemandirian sosial dan ekonomi warga pedesaan melalui wanatani ramah lingkungan, termasuk pengentasan sengketa tenurial di wilayah tersebut.

Pada tahun ini, program DMPA telah menyalurkan nilai bantuan Rp 28,07 milyar untuk 160 desa di Pulau Sumatera dan Kalimantan bekerja sama dengan 160 mitra, 126 kelompok tani, 28 BUMDesa dan 6 koperasi serta membina 572 kelompok. Selain itu, mengolah 590 hektare sawah, 689 hektare tanaman holticultura, dan 192 hektare kebun buah.

Melalui kerja sama serta dukungan lintas pihak, program DMPA berpotensi untuk dipertajam menjadi wahana pelaksanaan sejumlah program pemerintah.

“Misalnya Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dengan Program Unggulan Kawasan Pedesaan,” katanya.

Kemudian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memiliki program Perhutanan Sosial. Sementara Kementerian Agraria dan Tata Ruang sedang menjalankan program Reforma Agraria. “DMPA memiliki unsur-unsur yang ada dalam program pemerintah tadi,” ujarnya.

Selain itu, Asuransi Sinar Mas pada tahun 2016 menginisiasi Rumah Kreatif Asuransi Sinar Mas di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara (Sumut), sebagai wahana pendidikan alternatif dan pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas, guna membangun masyarakat yang cerdas, kreatif, mandiri sekaligus sejahtera.

“Keberadaannya diharapkan dapat pula mendukung pengembangan kawasan Danau Toba sebagai destinasi wisata dunia,” katanya.

Dari sana, lanjut Saleh, para perajin setempat kini mampu menghasilkan tenun ikat khas Humbang Hasundutan menggunakan bahan pewarna organik yang limbahnya dapat di daur ulang sehingga mereka mendapatkan nilai tambah dari produk yang selama ini mereka hasilkan, yakni tekstil tradisional yang ramah lingkungan.

Terdapat pula pelatihan inovasi, diversifikasi dan pengemasan produk untuk para petani dan pengusaha kopi di wilayah yang sama. “Mereka mendapatkan pemahaman dan ketrampilan dalam meningkatkan nilai tambah kopi Sigarar Utang atau lebih dikenal sebagai kopi Lintong, khas Humbang Hasundutan. Hasilnya adalah kemasan yang lebih baik dan higienis, serta rasa dan aroma kopi yang semakin bervariasi,” ujar Saleh mencontohkan.

Pihaknya optimistis, beberapa program tadi dapat dipertajam dan diperluas jangkauannya, termasuk menggandeng khalayak sasaran utama inisiatif Kemitraan Ekonomi Umat.

Kemitraan Ekonomi Umat adalah gerakan kemitraan berbasis kelompok keagamaan sebagai implementasi dari misi Kongres Ekonomi Umat yang digagas Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada April 2017 silam, bertemakan arus baru ekonomi Indonesia.

Dalam perjalanannya, sebanyak 11 perusahaan atau kelompok usaha telah bergabung dengan organisasi keagamaan, dalam bentuk kemitraan dengan 181 pondok pesantren, 24 SMK berbasis agama, 3.395 kelompok tani, 83 koperasi, dan 1.177 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

5 Comments

  1. After I originally left a comment I appear to have clicked on the -Notify me
    when new comments are added- checkbox and from now on every time a comment is added I recieve 4
    emails with the exact same comment. Perhaps there is a way you can remove me from that
    service? Many thanks!

  2. Thanks a lot for sharing this with all people you really know what you’re talking approximately!

    Bookmarked. Please additionally talk over with my website =).

    We may have a link trade contract among us

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami