Olahraga

Sirkuit Buriram Yang Bikin Thailand Salip Indonesia Menggelar MotoGP

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – FIM menunjuk Sirkuit Buriram sebagai tuan rumah MotoGP pada tahun 2017, ketika Indonesia mulai ramai lagi mewacanakan membawa balapan tersebut ke tanah air.

Pada September 2017 Thailand resmi menjadi tuan rumah balap MotoGP setelah FIM memutuskan menjadikan Sirkuit Buriram bagian dari seri balap motor paling bergengsi itu. MotoGP Thailand disepakati menggelar race mulai 2018 dengan kontrak berdurasi tiga tahun.

Thailand menjadi negara kedua di Asia Tenggara yang menjadi tuan rumah aktif balapan MotoGP saat ini. Malaysia sudah jauh lebih lama menjadi tuan rumah yang dengan sukses mereka gelar di Sirkuit Sepang.

Indonesia sebenarnya merupakan negara Asia Tenggara pertama yang menggelar balapan MotoGP (atau 500cc ketika itu) yakni pada pertengahan 1990-an. Wacana menghelat lagi kejuaraan tersebut sudah berembus sejak beberapa tahun terakhir, namun semua masih simpang siur bahkan baru pada tahap pemilihan lokasi.

Buriram: Kini MotoGP, Nanti F1

Sirkuit Buriram (atau Chang International Circuit terkait kerjasama penamaan dengan sponsor), merupakan trek balap yang terletak di Provinsi Buriram. Butuh perjalanan darat selama sekitar lima jam untuk sampai ke Buriram dari Bangkok. Jarak 400 km antara kedua kota sebenarnya jadi nilai minus sirkuit ini, yang sempat dikeluhkan beberapa pebalap.

Dikutip dari Racing Circuit Info, Sirkuit Buriram mulai dibangun pada Maret 2013 dengan total biaya mencapai 38 juta poundsterling atau sekitar Rp 748,2 miliar. Mengontrak desainer sirkuit kenamaan asal Jerman, Hermann Tilke, Sirkuit Buriram dibangun dengan cepat. Pada September 2014 seluruh bagian utama lintasan sudah selesai dibangun.

FIA yang melakukan inspeksi sebulan kemudian langsung memberikan Grade 1. Disebutkan kalau pada awalnya trek sebenarnya hanya ditarget untuk memenuhi Grade 2, namun dalam perkembangannya didorong hingga mencapai level terbaik.

Itu artinya Sirkuit Buriram bisa menggelar balapan Formula 1. Kabarnya Thailand memang tengah mengupayakan akan membawa balapan tersebut ke negaranya, kans yang dianggap terbuka setelah Sirkuit Sepang tak lagi menjadi tuan rumah.

Sirkuit Buriram didesain dengan standar tinggi dan juga modern. Mereka punya kemampuan untuk menggelar balapan malam. Hala lainnya, di dalam area ada dua kolam besar yang berfungsi menjaga sirkulasi udara demi mengurangi kelembaban udara yang tinggi di Thailand.

Balapan perdana yang dilangsungkan di sirkuit tersebut adalah Seri Super GT pada 4-5 Oktober 2014. Sejak saat itu beberapa balapan top dunia mampir di sana, seperti Superbike dan World Tour Car Championship.

Profil Sirkuit Buriram

Otak di balik pembangunan Sirkuit Buriram adalah politisi sekaligus orang kaya lokal, yang juga pernah menjadi menteri, Newin Chidchob. Dia adalah juga pemilik klub Buriram United yang stadionnya berada tak jauh dari sirkuit.

Newin punya ambisi menjadikan kota tersebut sebagai tujuan wisata olahraga demi membuatnya dikenal dunia dan meningkatkan kunjungan wisata ke sana.

Herman Tilke mendesain Sirkuit Buriram sedemikian rupa sehingga nyaris seluruh bagian trek bisa dilihat dari grand stand utama – yang mampu menampung 50.000 penonton. Seluruh area sirkuit memiliki luas 1.200 acre. Untuk kapasitas, Sirkuit Buriram bisa menampung hingga 100.000 orang.

Terdiri dari 12 tikungan, sirkuit ini punya dua lintasan lurus, salah satunya sepanjang 1 km. Sementara bagian lintasan yang lebih kompleks berada di dekat grand stand.

Ada enam variasi trek yang bisa dipakai, tiga di antaranya bisa digunakan secara simultan. Trek yang lebih pendek umumnya digunakan untuk kejuaraan-kejuaraan lokal.

[Detik.com]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close