InternasionalTekno

Sistem Anti-Bajakan Baru – Valeroa Ancam Buka Identitas Kelompok Pembajak

BTN iklan

(LEI)-Denuvo adalah sistem anti-bajakan paling populer di industri game saat ini. Walaupun efektivitasnya sendiri dipertanyakan dengan beberapa produk ternama yang berujung dibobol dalam hitungan jam atau hari saja, ia tetap dijadikan sebagai ujung tombak banyak publisher raksasa untuk melindungi produk mereka. Di tengah nama yang kian memburuk ini, sistem anti-bajakan baru bernama Valeroa mengemuka ke pasaran! Hadir sebagai sistem DRM yang diklaim lebih efektif dan tidak membutuhkan internet, ada yang “istimewa” dengan Valeroa. Bahwa berbeda dengan Denuvo yang terus melapisi diri dengan versi terbaru, Valeroa berusaha melindungi diri dan konsumen yang percaya dengan mereka dengan satu strategi baru – Doxxing.

Untuk Anda yang tidak terlalu familiar, Doxxing merupakan tindakan tidak etis di dunia maya dimana satu orang / kelompok mencari tahu, membuka, dan menyebarkan informasi terkait identitas dunia nyata satu orang / kelompok yang lain. Hal inilah yang dilakukan sistem anti-bajakan baru – Valeroa. Kelompok peretas ternama – CPY yang baru saja meretas game yang dilindungi Valeroa – City Patrol Police menemukan sebuah pesan tersembunyi yang terhitung menyeramkan. Lewat pesan tersebut, Valeroa memanggil dan menyebut nama-nama di balik scene peretas, tidak hanya alias saja, tetapi juga nama asli yang berujung disensor oleh CPY di halaman NFO game tersebut.

Sistem anti-bajakan baru – Valeroa hadir dengan pesan “khusus” yang mengisyaratkan bahwa mereka mengenal dan mengetahui nama asli para aktor di balik scene pembajakan game PC, termasuk untuk kelompok populer sekalipun.

Valeroa memanggil nama-nama peretas dengan nama asli, sembari menyebut di kelompok mana mereka bersemayam. Lewat inisial yang ada, mereka setidaknya mengenali beberapa orang di balik CPY, RZR, hingga Skidrow dan tidak ragu melemparkan nama tersebut begitu saja. Ini kian memperkuat spekulasi bahwa orang-orang Valeroa merupakan orang-orang yang dulunya sempat terlibat aktif dalam scene pembajakan sebelum kini berdiri di posisi yang bertolak belakang atas nama uang. Langkah tidak etis sendiri memicu perbincangan yang ramai di komunitas game bajakan yang sepertinya meyakini bahwa aksi doxxing balasan akan dilancarkan oleh scene pembajakan yang namanya disebut-sebut di sini.

Banyak pula yang menyayangkan bahwa untuk sebuah perusahaan yang berusaha membentuk namanya di industri game, aksi Valeroa ini justru dinilai tidak profesional sama sekali.  (jagatreview)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close