Hukum

Smailing Tours Menang di MA

BTN iklan

JAKARTA/Lei — Mahkamah Agung memenangkan kubu PT Smailing Tours & Travel di tingkat kasasi dalam perkara permohonan pailit yang diajukan sejumlah pemasok toner atau tinta printer.

Dalam putusan nomor 974 K/Pdt.Sus-Pailit/2016, mejelis hakim agung MA yang terdiri dari I Gusti Agung Sumanatha, Sudrajad Dimyati dan Syamsul Ma’arif, menyatakan menolak permohonan kasasi UD Citra Mekar dkk.

“Menolak permohonan kasasi dari pemohon kasasi Ud Citra Mekar Sakti-Perusahaan Perorangan, Dkk. tersebut,” bunyi amar putusan majelis hakim agung seperti Bisnis kutip, Rabu (4/1).

Putusan MA yang diketuk pada 14 Desember 2016 itu menjadi kemenangan kedua setelah di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada 28 Agustus. Di pengadilan niaga inilah 22 pemasok tonerprinter yang mengklaim sebagai rekan bisnis Smailing Tours mengajukan permohonan pailit dengan No.31/Pdt.Sus-Pailit/2016/PN.Niaga.Jkt.Pst.

Group VP Marketing & Communication PT Smailing Tours & Travel Putu Ayu Aristyadewi menyambut baik putusan kasasi tersebut. Kendati belum menerima putusan resmi, pihaknya telah mengetahui kabar putusan melalui laman resmi kepaniteraan Mahkamah Agung.

“Kami belum menerima putusan resminya, soalnya kalau menunggu putusan resmi, kan, lama. Jadi kami hanya mengecek melalui website dan bersyukur atas putusan MA yang adil,” katanya kemarin.

Menurutnya, sengketa bisnis antara rekan kerja jangan sampai dibawa hingga ke meja pengadilan. Pihaknya menyangkan dan prihatin dengan kasus yang mendera perusahaan dan rekan bisnisnya. Pasalnya, kedua belah pihak baik pemohon maupun termohon saling dirugikan apabila tersangkut kasus di pengadilan.

Putu menambahkan perusahaan dapat bernafas lega karena kasus kepailitan ini telah usai. Dia berharap tidak ada jalur hukum lain yang ditempuh oleh pemohon.

“Kasus seperti ini merenggangkan hubungan bisnis antar mitra kerja. Hal ini sangat disayangkan,” ujarnya.

 

BELUM RESMI

Sementara itu, kuasa hukum para pemohon Donni Siagian berujar belum bisa memberikan tanggapan. Menurutnya, pihaknya akan melanggar hukum apabila menyatakan pendapat pada putusan yang belum resmi.

“Putusan di website itu belum resmi. Resmi itu ketika kami mendapat surat putusan dari MA melalui pengadilan, yang selanjutnya ditindaklanjuti dengan salinan putusan. Bukan putusan dari website,” terangnya.

Pihaknya kini sedang menunggu surat putusan dan  akan menentukan langkah selanjutnya.

Dalam gugatannya, para pemasok toner ini mengklaim PT Samiling Tours memiliki utang yang telah jatuh waktu dan dapat ditagih sebesar Rp2,35 miliar. Utang tersebut dibuktikan dengan transaksi pembelian sejumlah toner yang dialakukan atas nama Samiling Tours.

Kendati begitu, Samiling Tours menolak adanya transaksi tersebut. Pasalnya, utang yang timbul dalam klaim pemasok terjadi akibat ulah oknum mantan karyawan Samiling Tours yang bertransaksi melalui sejumlah pemalsuan dokumen.

Dalam perkara ini pemohon pailit a.l. UD Citra Mekar Sakti, PT Berca Cakra Teknologi, PT Multi Kharisma Solusindo, CV Pelita Harapan, PT Anelka Cakrawala Persada, PT Anugerah Karya Mandiri Indonesia, Toko Nusantara, PT Global Sukses Bersama, CV Kusuma Jaya, Platinum Computer, Mega Stationery, CV Artha Stationery, Atk Qita, CV Hidup Baru, Awk Stationery, PT Rafel Karya Mandiri, Toko Abadi, Eagle Stationery, Toko Alfa, PT Tunggal Sejahtera Abadi, Comtech, Snowy Stationery.

Sementara itu, mantan karywan Smailing, Dwi Listianingsih kini juga diseret ke meja hijau dalam gugatan perbuatan melawan hukum  dengan No. 345/Pdt.G/2016/PN.Jkt.Pst.

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami