Soal Ombudsman, KPK: Jangan Bebankan Pembuktian kepada Novel – Legal Era Indonesia Legal Era Indonesia
Hukum-Bisnis

Soal Ombudsman, KPK: Jangan Bebankan Pembuktian kepada Novel

pilkada

Jakarta, LEI – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (Jubir KPK), Febri Diansyah, menepis tudingan Komisioner Ombudsman Republik Indonesia, Adrianus Meliala, bahwa Novel Baswedan tidak terbuka kepada penyidik kepolisian sehingga menyulitkan pengungkapan kasus penyiraman air keras yang menimpanya.

“Intinya, jangan bebankan proses pembuktian pada korban. Kalau korban yang harus membuktikan maka itu sama saja kita melemparkan tanggung jawab pada korban,” kata Febri di Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Menurut Febri, Novel tidak mungkin tahu siapa pelaku penyiraman air keras terhadapnya. Terlebih, air keras itu diarahkan ke bagian mata sehingga dia tidak bisa melihat. “Sebelum dia bisa mengetahui itu, matanya sudah disiram pada Selasa subuh itu,” katanya.

Jadi, lanjut Febri, bagaimana mungkin bertanya kepada orang yang menjadi korban penyiraman tersebut siapa yang menyiram, dan lain-lain mengenai pelaku. “Saya kira penyidik akan lebih punya metode investigatif yang sistematis untuk bisa mengungkap kasus itu,” tandasnya.

Sebelumnya, Adrianus menyampaikan, bahwa pihaknya sudah meminta keterangan dari penyidik kepolisian yang menangani kasus penyiraman air keras yang menimpa Novel Baswedan. Dia menyebut bahwa keterangan yang diberikan Novel menyulitkan pembuktian kasusnya.

“Dua minggu lalu kami memeriksa penyidik (kasus novel). Kami diberikan BAP, cuma itu tipis sekali, hanya dua sampai tiga lembar. Mana ada BAP segitu, apalagi dia korban. Namanya korban kan ingin curhat agar kasusnya cepat selesai,” kata Adrianus kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (13/02/2018).

Sesuai keterangan pihak kepolisian, lanjut Adrianus, Novel cenderung irit bicara kepada penyidik. Novel dinilai lebih rajin bicara kepada media ketimbang penyidik.

iklan btn

Click to comment

Komentar Anda...

To Top