Hukum

Sri Mulyani, Nelayan dan Pemberantasan Narkoba

BTN iklan

JAKARTA/Lei  – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengimbau agar para nelayan turut dalam upaya pencegahan peredaran atau masuknya narkoba ke Indonesia khususnya yang melalui jalur laut.

Dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya terkait penyelundupan 1 ton sabu dari China, dia mendorong agar para nelayan bisa menyampaikan kepada aparat berwajib jika menemukan adanya aktivitas atau gerak-gerik mencurigakan selama berlayar di laut.

“Jadi, kalau nelayan kita memang mengetahui dan melihat adanya kegiatan-kegiatan yang mencurigakan untuk bisa menyampaikan kepada aparat yang berwajib apakah itu bea cukai, BNN, maupun Polri, TNI,” katanya, Kamis (19/7/2017)

Sri Mulyani menegaskan bahwa nelayan tidak perlu merasa takut untuk melapor sebab akan mendapat perlindungan dar pihak pemerintah.

Seperti diketahui, minggu lalu polisi mengamankan empat warga Taiwan yang berusahan membawa 1 ton sabu yang dimasukkan melalui dermaga eks hotel Mandalika di Serang Banten. Tak lama kemudian, kapal Wanderlust berbendera Sierra leone yang dipercaya telah mengangkut sabu tersebut juga ditemukan di Batam, Kepulauan Riau.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa kapal Wonderlust ini sebenarnya telah menjadi target operasi dari empat negara selama dua bulan terkahir. Namun, tidak dijabarkan negara mana saja yang sedang ‘mengeker’ kapal ini.

Namun, sebelum akhirnya membawa 1 ton sabu, kapal ini diyakini telah melalui sejumlah negara seperti Taiwan melalui jalur Laut China Selatan, Johor di Malaysia, perairan Myanmar, hingga masuk ke Anyer.

“Mereka mengggunakan jalur laut, menggunakan kapal pesiar dari Taiwan, Laut China Selatan, ke Johor masuk Selat Malaka, mengambil barang di perairan Myanmar setelah itu menyusuri pantai Barat sehingga masuk ke Selat Sundah, Anyer. Di situ, setelah dropping dilaksanakan, kemudian kapal ini bergerak lagi ke Laut Jawa, Selat Karimata dan kemudian ke Batam,” jelas Kapolri Jendral Tito Karnavian dalam kesempatan yang sama.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

3 Komentar

  1. Peredaran narkoba melalui jalur laut lebih meningkat dibandingkan jalur darat maupun udara.Tingginya penyelundupan narkotika melalui laut, karena banyak “pelabuhan tikus”yang memudahkan para sindikat jaringan narkotika untuk mendistribusikan narkoba itu.Apalagi di Indonesia, banyak sekali pelabuhan-pelabuhan tikus yang tidak terpantau. Jaringan narkoba memanfaatkan itu untuk memasukkan narkoba.Penyelundupan narkoba dengan jalur laut memang sulit, karena jumlah aparat yang berwenang dalam memberantas narkoba tidak dapat mengawasi secara keseluruhan pelabuhan tikus dan perairan Indonesia.Atau bisa juga narkoba tersebut diangkut dengan kapal berukuran sedang atau besar. Setelah sampai di perairan laut dipindahkan ke perahu-perahu kecil, dan seolah-olah pengedar itu seperti nelayan yang sedang mencari ikan.
    Setelah narkoba dibawa melalui bibir pantai atau “pelabuhan tikus” dan kemudian disebar lewat jalur yang tidak terdeteksi oleh aparat penegak hukum. Maka Sry Mulyani sudah tepat untuk mengimbau para nelayan yang mencurigakan gerak geriknya. untuk keselamatan dan kepentingan nelayan sudah tepat di rahasiakan identitasnya, agar tidak ada yang takut untuk melapor. seluruh aparat yang terkait juga harus semakin ketat penjagaannya, dan juga alat pendeteksi narkoba harus lebih di canggihkan.

    Rezky Amaliah (2016529014), Fakultas Hukum Universitas Sahid Jakarta.

  2. Himbauan dari Ibu Sri Mulyani ini harus di apresiasi dan dinilai positif, karena telah mengajak masyarakat terutama para nelayan untuk berperan aktif dalam pemberantasan narkotika di indonesia. peran aktif masyarakat dalam pemberantasan narkotika memang mempunyai point penting, karena dengan laporan-laporan dari masyarakat ini yang akan mempermudah pihak BNN atau kepolisian untuk menyelidiki dan menangkap orang-orang yang terkait dengan narkotika ini seperti pengedar dan pemakai.
    Peredaran narkotika memang semakin sulit untuk dikenali. pengedar narkotika semakin cerdas dalam melakukan pengemasannya agar dapat mengelabui dari razia kepolisian. seperti kasus narkotika yang disembunyikan didalam boneka, ini membuktikan bahwa bandar narkotika semakin cerdas untuk menyembunyikan barang haram tersebut untuk diedarkan ke pemakai-pemakai narkotika.
    Kasus peredaran narkotika baru-baru ini dengan menggunakan jalur perairan juga menangkap pihak kepolisian yang seharusnya menjaga wilayah indonesia dari peredaran narkotika, malah menjadi salah satu oknum yang mempermudah masuknya bandar narkotika ini ke dalam wilayah indonesia. ini yang harus diperhatikan lagi oleh pemerintah. menempatkan pihak-pihak kepolisian yang kompeten dan mempunyai rasa jujur bela negara, agar pihak kepolisian tidak terlibat kembali dalam jalur peredaran narkotika yang ada di indonesia.
    Wenny Dwiyanti-2016529019-Univ. Sahid

  3. Himbauan dari Menteri Keuangan ini kepada para nelayan sebagai salah satu cara membantu pemerintah mencegah masuknya perdaran narkotika melalui jalur laut. Karena nelayan yang sehari-harinya melaut lebih mengetahui sudut-sudut perairan yang termasuk dalam kawasan yang sering mereka lalui untuk melaut. Selain itu, kerjasama antara masyarakat, pemerintah, dan pihak keamanan negara akan lebih mudah dalam hal penangkapan atau pun pencegahan peredaran narkotika tersebut. Bukan hanya jalur laut, tetapi jalur darat pun dapat dicegah dengan kerjasama tersebut.
    Selain kerjasama tersebut, perlunya perlindungan yang lebih kepada masyarakat atau pun para nelayan yang dihimbau tersebut agar tidak ada rasa takut dari para nelayan akan gangguan dan agar nelayan pun menyadari pentingnya untuk menjaga kesatuan NKRI ini.
    Namun, yang terpenting pula selain mencegah masuknya atau peredaran narkotika di Indonesia. Perlu pula penghimbauan secara berkala atau pun sosialisasi berkala kepada setiap masyarakat dan warga megara Indonesia mengenai narkotika, terutama kepada anak-anak yang kelak akan menjadi penerus bangsa.

    Andi Ratu Pustika Sari || Universitas Sahid Jakarta

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami