Liputan

Sri Mulyani Pindahkan 112 Pejabat Eselon III dan IV Jadi Pejabat Fungsional

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melakukan perampingan jabatan dengan cara mengalihkan 112 pejabat eselon III dan IV di unit Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menjadi pejabat fungsional analis kebijakan. Hal itu sebagai upaya melakukan perampingan di tingkat eselon sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Bendahara Umum Negara itu, jabatan baru yang diberikan pada 112 pejabat tersebut bukan berarti suatu hukuman, jabatan analis kebijakan memiliki peranan penting untuk Kemenkeu bisa menghasilkan kebijakan yang tepat.

Sri Mulyani menyadari, kebijakan tersebut tentu tak bisa sepenuhnya diterima oleh para pegawai.

“Kan bisa saja dulu ‘saya masuk ke BKF bukan ingin jadi analis, tapi mau jadi direktur’. Apalagi jadi direktur internasional yang pergi terus ke mana-mana,” katanya saat melantik pejabat di lingkungan Kemenkeu, Jakarta, Jumat (29/11/2019).

Menurutnya, jika kebijakan pengalihan jabatan membuat adanya pegawai yang merasa sangat terbebani, maka bisa saja membicarakannya dengan pemimpin di atasnya untuk berkonsultasi.

“Saya harap seluruh pejabat struktural eselon III dan IV yang menjadi analis kebijakan, anda bisa menikmati jabatan tersebut. Itu hadiah, bukan hukuman atau sesuatu yang buat syok,” katanya saat melantik pejabat di lingkungan Kemenkeu, Jakarta, Jumat (29/11/2019).

Dia menyatakan, analis kebijakan memiliki peran melakukan formulasi untuk kebijakan keuangan Indonesia bisa semakin baik, terlebih saat ini tengah dihadapi pelemahan ekonomi global. Tak hanya berhenti di formulasi, analis juga harus mampu memastikan kebijakan yang dikeluarkan benar-benar bisa dijalankan dengan baik.

“Jadi harus detail, tidak hanya what tapi how, ini kelebihan seluruh analis kebijakan di lingkungan Kemenkeu,” katanya.

Mengenai perubahan jabatan, Sri Mulyani juga meminta kepada 112 pejabat tersebut mampu beradaptasi sebagai analis kebijakan. Memahami bahwa tak lagi menjabat dalam jabatan struktural melainkan jabatan fungsional, sehingga tak lagi merasa harus dilayani.

“Perlu adanya perubahan mindset dari pejabat struktural ke fungsional, itu harus terus dibangun. Barangkali masih belum bisa bedakan, kemarin masuk sebagai eselon III sekarang sebagai analis. Mungkin sikapnya dan pikirannya dan hatinya belum hijrah, tapi title-nya sudah berubah,” jelasnya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Satu Komentar

  1. Untuk bukti pencairan W / A: +6281617538564
    Nama ******* Neni Syahir
    kota: ******** Bandung
    jumlah pinjaman: ****** Rp5,5 miliar
    suku bunga: ******* 1%
    @Twitter ikuti sekarang: *********** @AasimahaLoan

    Saya adalah korban penipuan di tangan kreditor palsu. Saya kehilangan sekitar Rp.65.000.000 karena saya membutuhkan modal besar Rp. 5,5 miliar. Saya hampir mati, saya tidak punya tempat untuk pergi dan bisnis saya hancur, dan dalam proses itu saya kehilangan suami saya. Saya tidak tahan lagi. 4 November 2019, saya bertemu dengan seorang teman lama di sebuah restuarant di Bandung yang memperkenalkan saya kepada seorang ibu yang baik, Ny. AASIMAHA ADILA MEMILIKI PERUSAHAAN PINJAMAN, yang akhirnya membantu saya dengan pinjaman besar untuk membayar hutang bank saya. Tolong, bantu saya untuk berterima kasih kepada ibu-ibu Muslim yang memberikan perusahaan pinjaman besar milik sendiri, pemilik pabrik dan individu pribadi untuk meningkatkan kehidupan dan bisnis mereka. Saya juga ingin menggunakan kesempatan ini untuk menasihati sesama orang Indonesia. Jika Anda menginginkan pinjaman modal besar, Anda dapat menghubungi mereka dan melihat situs web mereka. Anda perlu tahu bahwa ada banyak scammer di blog ini yang tidak memiliki situs web di peta Google,. perusahaan pinjaman resmi AASIMAHA ADILA AHMED LOAN memberi saya pinjaman Rp5,5 miliar dengan tingkat bunga sangat rendah untuk 1% seiring dengan pinjaman berjangka dengan persetujuan cepat dan pencairan mendesak. Jika Anda menginginkan kapita investasi yang besar dan Anda ingin membayar hutang Anda, segera terapkan dan berbahagia seperti banyak orang di sini.
                                          Batas aplikasi di bawah ini

    E-mail: *******[email protected]
    WhatsApp ::: ************ + 447723553516
    Email saya; ***************** [email protected]

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami